Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Pakar Cina Prediksi Wabah Virus Corona Berakhir Juni

Kamis 12 Mar 2020 17:42 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Hiru Muhammad

Siswa sebuah sekolah cina di Quezon City, Metro Manila, Filipina mengenakan masker menyusul wabah virus corona yang menyebar luas dan cepat di China daratan, Selasa (28/1).(ELOISA LOPEZ/REUTERS)

Siswa sebuah sekolah cina di Quezon City, Metro Manila, Filipina mengenakan masker menyusul wabah virus corona yang menyebar luas dan cepat di China daratan, Selasa (28/1).(ELOISA LOPEZ/REUTERS)

Foto: ELOISA LOPEZ/REUTERS
Rabu (11/3) WHO telah deklarasikan Covid 19 sebagai pandemi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Penasihat kesehatan medis pemerintah Cina, Zhong Nanshan memprediksi pandemi virus Corona yang dikenal Covid 19 akan berakhir pada bulan Juni. Hal ini diungkapkan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid 19 sebagai pandemi.

Dalam konferensi pers, Kamis (12/3) Zhong mengatakan jumlah kasus pasien tanpa gejala dan terinfeksi ulang dari luar Cina lebih rendah dibandingkan pasien yang pulih. Zhong pakar epidemiologi terkenal yang membantu memerangi wabah SARS tahun 2003 lalu.

Pada Rabu (11/3) kemarin Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendeklarasikan Covid 19 sebagai pandemi. Kasus Covid 19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 126 ribu. 

Tedros mengatakan setiap hari WHO meminta negara-negara untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif dalam merespons wabah Covid 19. Dalam beberapa hari dan pekan mendatang, WHO memperkirakan akan ada peningkatan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara yang terkena dampak.

Tedros mencermati, beberapa negara telah menunjukkan kemampuan untuk menekan dan mengendalikan wabah. Ia juga telah menegur para pemimpin dunia lainnya karena gagal bertindak cukup cepat atau cukup drastis untuk menahan penyebaran. ”Kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas," ujarnya.

Mulai Jumat (13/3) besok Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda perjalanan dari Eropa ke Amerika. Dalam kebijakan yang berlaku selama 30 hari itu hanya orang-orang yang datang dari Inggris yang masih diizinkan masuk ke AS. 

 

sumber : reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA