Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Umroh Dihentikan, Hizbullah: Jangan Salahkan Arab Saudi

Kamis 12 Mar 2020 16:35 WIB

Rep: Havid Al Vizki/ Red: wisnu

Calon jemaah umroh menunggu kepastian keberangkatan ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2).

Foto: Republika/Thoudy Badai
EMBED
Tidak seharusnya Pemerintah Arab Saudi disalahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Imaamul Jama'ah Muslimin (Hizbullah)  Yakhsyallah Mansur berpendapat  penghentian ibadah umroh oleh Pemerintah Arab Saudi wajar karena untuk pencegahan virus corona.  Menurut dia, seharusnya kita berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi karena selama ini telah berhasil melayani para jamaah yang beribadah di tanah suci.

Ia mengatakan dengan tindakan tersebut, tentu tidak seharusnya Pemerintah Arab Saudi disalahkan. Selain itu, Jama'ah Muslimin (Hizbullah) juga menghargai penundaan tersebut.

Namun, ia juga berharap penghentian ibadah umroh tersebut dibuka kembali secepatnya. Karena menurutnya, jika ditutup untuk waktu yang lama akan mengakibatkan kerugian yang besar.

 

 

Videografer | Havid Al Vizki

Video Editor | Fian Firatmaja

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA