Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sejarah Hari Ini: Gandhi Pimpin Protes Pajak Garam India

Kamis 12 Mar 2020 09:19 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Mahatma Gandhi(Telegraph)

Mahatma Gandhi(Telegraph)

Foto: Telegraph
Protes pajak garam yang diinisiasi Gandhi mendorong kemerdekaan India dari Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pada 12 Maret 1930, Mohandas Gandhi atau dikenal Mahatma Gandhi memimpin aksi protes melawan kebijakan tarif pajak pada garam. Sekitar ribuan orang dari seluruh India ikut gerakan selama 10 hari ini.

Dilansir History, gerakan itu dikenal dengan Salt March atau Dandi March, di mana orang-orang India saat itu tercekik karena harus membayar pajak hanya untuk garam. Mulai 1835, provinsi-provinsi di India sudah semakin berada di bawah kekuasaan Inggris.  

Inggris memberlakukan pajak atas garam India dan serangkaian hukum menyoal garam. Adanya pajak, membuat harga garam naik di India yang sangat menyulitkan warga India, terutama bagi orang miskin. Undang-undang garam yang digalakkan Inggris membuatnya ilegal bagi orang India untuk mengumpulkan, memproduksi, atau menjual garam.

Baca Juga

Siapa pun yang memproduksi garam yang dijual di India di luar Inggris, dapat dipenjara selama enam bulan. Namun, Gandhi dan banyak orang lain menemukan pengenaan pajak garam dan pembatasan produksi garam banyak yang tidak adil.

Geram dengan tindakan Inggris yang semena-mena, Gandhi memutuskan untuk memprotes Inggris. "Di samping udara, dan air, garam mungkin adalah kebutuhan terbesar kehidupan," ujar Gandhi kala itu.

Garam memang penting bagi kehidupan sehari-hari untuk membuat makanan manusia terasa enak. Namun, lebih penting lagi, garam sangat dibutuhkan bagi kesehatan. 

Gandhi pun mengorganisir Salt March dari Ashram Gandhi (tempat ibadahnya) di Ahmedabad ke desa tepi laut Dandi di selatan Gujarat. Langkah Gandhi memprotes Inggris dimulai pada 12 Maret 1930. Gandhi berangkat bersama 78 orang pada hari pertama.

"Kami mengenal mereka sebagai pejuang kemerdekaan karena mereka berjuang tidak hanya melawan hukum yang tidak adil tetapi juga untuk kebebasan India dari kekuasaan Inggris," kata Gandhi.

Sepanjang 240 mil dari Ahmedabad ke Dandi, sekitar 60 ribu orang dari seluruh India kemudian turut bergabung untuk memprotes pemerintah Inggris atas pajak garam yang tinggi. Mereka juga memprotes ketidakadilan karena tidak diizinkan memproduksi dan menjual garam mereka sendiri.

Gandi dan para pengikutnya berjalan sekitar 12 mil sehari dan mencapai tempat tujuan selama tiga minggu. Dia menyebut pertarungan hak melawan kekuatan.

Di akhir pawai protes di pantai, Gandhi mengambil sebutir garam dan memekikan janji. "Dengan kristal garam ini, aku akan mengguncang fondasi Kerajaan Inggris," kata Gandhi.

Dengan Dandi March, Gandhi meluncurkan gerakan Pembangkangan Sipil melawan Kerajaan Inggris. Namun, menyusul gerakan Salt March, 80.000 orang India, dan Gandhi dipenjara.

Kendati demikian, Pemerintahan Inggris akhirnya mengalah dan mengundang Gandhi ke London untuk membahas reformasi di India. Salt March, gagasan Gandhi mendapat liputan berita yang luas dan terbukti menjadi titik balik dalam sejarah gerakan kemerdekaan India. Dari gerakan kecilnya menyebabkan Kemerdekaan India pada 1947.

Dari tindakan sederhana melawan ketidakadilan, Gandhi mengguncang fondasi Kerajaan Inggris di India. Dia harus melakukannya dengan bekerja bersama orang-orang yang memiliki keyakinan dan keberanian walaupun masing-masing kecil dan tidak berdaya seperti sebutir garam yang dapat membuat perbedaan besar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA