Kamis 12 Mar 2020 03:47 WIB

DPRD Apresiasi Langkah Pemprov Jabar Tangani Dampak Gempa

Gempa di Sukabumi Selasa (10/3) adalah yang terkuat dalam 19 tahun terkahir

Satu unit rumah roboh di Kampung Nangerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi akibat gempa pada Selasa (10/3) sore lalu, dan petugas gabungan melakukan ebakuasi puing pada Rabu (11/3).(Republika/Riga Nurul Iman)
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Satu unit rumah roboh di Kampung Nangerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi akibat gempa pada Selasa (10/3) sore lalu, dan petugas gabungan melakukan ebakuasi puing pada Rabu (11/3).(Republika/Riga Nurul Iman)

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Langkah Pemprov Jawa Barat dalam menangani musibah gempa bumi di Sukabumi menuai apresiasi dari DPRD Jawa Barat. Pemprov Jabar diharapkan tetap sigap mengingat daerah-daerah di Jawa Barat rawan terjadi bencana.

"Kalau kita tak sigap dalam meresponnya tentu akan menjadi preseden buruk, kata anggota komisi V DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya, Rabu (11/3).  Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar tersebut juga meminta pemerintah provinsi  setempat selalu siaga gempa bumi karena wilayahnya berada di Cincin Api Pasifik atau biasa disebut ring of fire.

"Saya kira sikap Pemprov Jabar memang harus demikian (sigap) mengingat potensi bencana alam di Jawa Barat relatif tinggi. Hampir seluruh area di Jawa Barat  berada pada cincin api (ring of fire) dan sesar aktif," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono menyebutkan gempa tektonik bermagnitudo 5,1 yang terjadi di Sukabumi pada Selasa (10/3) sore merupakan gempa terkuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Barat dalam 19 tahun terakhir.

"Berdasarkan catatan katalog gempa, tampak bahwa gempa kuat dengan pusat di darat terakhir yang terjadi di Jawa Barat berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi di Ciamis-Kuningan pada 13 Januari 2001," kata Rahmat dalam keterangan tertulisnya.

Menurut BMKG, episentergempa tersebut berada di darat di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, dipicu oleh aktivitas sesar aktif.Hasil analisis menunjukkan bahwa gempa lokal itu terjadi akibat pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba.

Rahmat menjelaskan, gempa semacam itu dikenal sebagai gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar. Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat bagian selatan, ada dugaan sesar tersebut mengalami pergeseran ke kiri.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement