Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Monday, 17 Rajab 1442 / 01 March 2021

Warga Korban Gempa Sukabumi Masih Takut Pulang ke Rumah

Rabu 11 Mar 2020 22:29 WIB

Red: Andri Saubani

Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) mengunjungi warga pengungsian terdampak gempa bumi di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020).(Antara/Yulius Satria Wijaya)

Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) mengunjungi warga pengungsian terdampak gempa bumi di Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020).(Antara/Yulius Satria Wijaya)

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Gempa 5,1 SR Sukabumi pada Selasa (10/3) juga ikut dirasakan warga Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMIJAHAN -- Ratusan pengungsi di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor ketakutan pulang ke rumah setelah daerahnya diguncang gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang berpusat di Sukabumi, Jawa Barat. Gempa terjadi pada Selasa (10/3).

"Mereka masih takut untuk pulang ke rumah, tapi kita sudah sarankan kalau rumahnya masih aman pulang ke rumah. Tetapi kalau yang merasa tidak aman kita akan buatkan tenda yang aman dari BNPB atau BPBD," ujar Bupati Bogor Ade Yasin saat meninjau tempat pengungsian di Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (11/3).

Menurut dia, sebanyak 664 rumah di wilayah barat Kabupaten Bogorrusak akibat gempa. Ratusan rumah itu mengalami kerusakan yang beragam, sebanyak 508 rumah rusak ringan, 100 rumah rusak sedangdan 56 rumah rusak berat.

"Data sementara yang didapatkan saat saya melakukan peninjauan langsung ke lokasi, yaitu terjadi kerusakan di Desa Ciasmara, Purwabakti, Cibunian, Ciasihan, Pasarean, Gunung Bunder Satu dan Cibitung Kulon," kata Ade Yasin.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin dalam menangani dampak musibah tersebut. Salah satunya dengan mendistribusikan bantuan untuk para korban.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ada 167 jiwa yang terdiri atas 42 keluarga mengungsi pascagempa. Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo mengatakan bahwa sejumlah masyarakat di wilayah barat Kabupaten Bogor merasakan guncangan gempa tersebut cukup lama, terutama di Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan.

"Pamijahan, Leuwiliang dan sekitarnya terasa sekali dan lama. Kota Bogor juga terasa," kata Budi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui website resminya menginformasikan bahwa lokasi gempa yang terjadi pada Selasa (10/3) sore itu berada di darat pada 6.89 lintang selatan,106.62 bujur timur atau berjarak 13 kilometer (km) timur laut Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada kedalaman 10 km.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA