Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Saturday, 11 Safar 1443 / 18 September 2021

Polisi Amankan Lintas Sulawesi yang Terancam Putus

Selasa 10 Mar 2020 23:21 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Anggota TNI membantu warga saat menyebrangi jalan yang berlumpur akibat longsor di Desa Santanamekar, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).(Antara/Adeng Bustomi)

Anggota TNI membantu warga saat menyebrangi jalan yang berlumpur akibat longsor di Desa Santanamekar, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).(Antara/Adeng Bustomi)

Foto: Antara/Adeng Bustomi
Jalur lintas sulawesi ini menghubungkan Prov Gorontalo dan Kabupaten Buol.

REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Kepolisian Gorontalo Utara mengamankan jalur lalu lintas Sulawesi di bagian barat wilayah tersebut yang menghubungkan antara Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah. Jalanan itu kondisinya saat ini terancam putus.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Anggrek, Ipda Jaka Wiharja, di Gorontalo, Selasa (10/3) mengatakan pengamanan jalur lalu lintas di Desa Garapia, Kecamatan Monano, sangat diperlukan mengingat kondisi jalan ambles dan terus menunjukkan pergerakannya. "Kami menempatkan personel untuk mengatur arus lalu lintas, termasuk melakukan pengecekan di lokasi jalan amblas," ujar Jaka.

Ia menggambarkan kondisi jalan yang sewaktu-waktu ambles dan memutus akses transportasi lintas Sulawesi bagian barat Gorontalo Utara, dimana kondisi jalan tersebut di sebelah atas terdapat areal tanaman jagung. Jaraknya sekitar 100 meter ke bagian atas dari badan jalan yang kondisinya rusak berat dan dapat menyebabkan longsor susulan jika curah hujan tinggi.

Sementara di bawah badan jalan, sekitar 100 meter terdapat areal tanaman mangrove. Kondisi tanahnya terus bergerak, ditandai tiang listrik yang ada di sisi jalan telah miring dengan keadaan kabel mengencang.

Sementara titik utama jalan yang amblas atau mengalami penurunan mencapai tiga meter tersebut, terus dialiri air dari sumber mata air sehingga kondisi jalan berlumpur tidak terhindarkan dan mempersulit kendaraan yang akan melintas.

"Jika tidak ada pengerahan personel, dikhawatirkan arus kendaraan dapat tertahan lama," ungkapnya.

Saat ini, personel TNI dari Kodim 1314 dan pihak Kepolisian setempat, bersama masyarakat terus berada di lokasi untuk membantu pengamanan termasuk memandu kendaraan yang akan melintas.

Pemerintah provinsi dan Balai Jalan juga telah menempatkan alat berat untuk melakukan upaya penanggulangan, namun bersifat evakuasi sementara. Sebab diprediksi, jika tidak dilakukan upaya penanggulangan mengatasi jalan ambles tersebut, maka jalan berlumpur akan semakin turun, serta sangat berbahaya jika dilintasi kendaraan sebab.

Kondisi yang ada saat ini bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Bahkan jika hujan deras kembali mengguyur kata Jaka, diprediksi sekitar 30 meter jalan ambles tersebut akan longsor parah dan hilang. Kondisi itu menyebabkan jalan utama akan lumpuh total.

Jajaran TNI dan Kepolisian yang bertugas di lokasi, yaitu KBO Satuan Lantas Polres Gorontalo Utara, Iptu Sutino, Danramil 1314-08 Sumalata, Peltu Syafrudin Suleman, personel Koramil Sumalata, Kwandang dan para Babinsa, personel Sat Lantas Polres Gorontalo Utara, personel unit Sabhara Polsek Anggrek, serta aparat desa dan masyarakat Desa Garapia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA