Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

RSUP Sardjito Rawat Satu Pasien Anak di Ruang Isolasi

Selasa 10 Mar 2020 21:07 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Sejumlah petugas medis memakai alat pelindung diri untuk mengambil spesimen nasofaring dan orofaring pada seorang pasien suspek Covid-19 di ruang isolasi. Ilustrasi

Sejumlah petugas medis memakai alat pelindung diri untuk mengambil spesimen nasofaring dan orofaring pada seorang pasien suspek Covid-19 di ruang isolasi. Ilustrasi

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Pasien anak tersebut memiliki riwayat berkunjung ke Kota Depok pada Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito merawat satu pasien anak dengan status pengawasan di ruang isolasi terkait virus corona jenis baru atau Covid-19.

Dokter Spesialis Paru Anak RSUP Dr Sardjito dr. Amalia Setyati saat jumpa pers di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Selasa (10/3) mengatakan pasien berusia 3 tahun itu dirawat di ruang isolasi sejak Senin, 9 Maret, setelah diketahui memiliki gejala batuk, pilek, sesak napas, serta memiliki riwayat berkunjung ke Kota Depok, Jawa Barat.

"Tadi pagi masih demam 38,7 derajat Celcius. Alhamdulillah siang ini sudah tidak demam, dan tidak ada sesak napas," kata Amalia.

Menurut dia, pasien anak itu memiliki riwayat berkunjung ke Kota Depok pada 27 Februari 2020. Meski demikian, pasien itu tidak pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 yang ada di Depok.

Karena kemudian setelah sampai di Yogyakarta pada 3 Maret 2020 anak diketahui mengalami batuk, pilek, serta sesak napas maka pasen itu ditetapkan masuk dalam status pengawasan. "Sampai di Yogyakarta batuk pilekdan ada riwayat berkunjung ke daerah atau kota yang ada positif (Covid-19) maka dia termasuk pasien dalam pengawasan," kata dia.

Menurut dia, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pasien rujukan dari RS PKU Yogyakarta itu didiagnosis mengalami pneumonia atau infeksi paru-paru. Untuk memastikan penyebabnya, tim medis telah mengirim sampel usap dahak dan darah pasien itu ke Litbangkes. "Prinsipnya penangannya sama dengan pneumonia lainnya, kamiberikan antibiotik," kata dia.

Amalia menambahkan, pemeriksaan terhadap keluarga pasien baru akan dilakukan setelah hasil dari Litbangkes keluar. "Tapi kalau ini negatif (Covid-19) ya sudah untuk keluarga tidak kami lakukan pemeriksaan," kata dia.

Plh Direktur Utama RSUP dr Sardjito Rukmono Siswhisanto mengatakan hingga saat ini belum ada kasus positif Covid-19 di RSUP dr Sardjito. Adapun satu pasien dari Jepang yang sempat dirawat di ruang isolasi telah keluar karena dinyatakan negatif dan keluar dari RSUP dr Sardjito pada 8 Maret dan meninggalkan Indonesia pada 9 Maret 2020.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA