Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Menkopolhukam Gelar Rapat Bahas Situasi Keamanan di Papua

Selasa 10 Mar 2020 20:30 WIB

Red: Bayu Hermawan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD

Foto: Abdan Syakura
Menkopolhukam gelar rapat terkait situasi keamanan di Papua

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menggelar rapat bersama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk TNI-Polri untuk membahas situasi keamanan di Papua. Mahfud kembali menegaskan, kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan masalah di Papua adalah melalui pendekatan kesejahteraan.

"Dalam rapat tadi kita membahas soal situasi keamanan Papua, termasuk pengamanan pelaksanaan PON dan pengamanan Pilkada Serentak 2020," kata Mahfud usai menggelar rapat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (10/3) sore.

Baca Juga

Terkait penembakan yang terjadi di Tembagapura dan Mimika oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Mahfud mengatakan pengaman di Papua sudah ada prosedurnya. "Lah ya itu aja, kongkretnya ada prosedurnya, pokoknya menjamin. Bahwa kemudian ada insiden-insiden kan bukan hanya di Papua," ujarnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini kembali menegaskan bahwa kebijakan pemerintah untuk menangani masalah Lapua itu melalui pendekatan kesejahteraan. Mahfud mengungkapkan, pemerintah telah merampungkan draf Inpres No. 9 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan kesejahteraan Papua yang sudah habis masa berlakunya.

Dalam draf Inpres itu akan ditambah penekanan pada persoalan pendekatan kesejahteraan. Dalam Inpres itu juga akan akan dua desk Papua yang akan ditangani oleh Bappenas dan Kemenko Polhukam yang akan dijadikan satu agar lebih terintegrasi.

"Bappenas akan menangani soal pembangunan umum, sementara Kemenko Polhukam menyangkut pertahanan dan keamanan nasional. Ini akan dijadikan satu agar lebih terintegrasi dan tidak terkesan tentara dan polisi menangani sendiri. Tapi nanti bersama Bappenas melakukan pembangunan Papua lebih komprehensif," ucap Mahfud menjelaskan.

Dalam rapat itu hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate serta perwakilan TNI dan Polri Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate mengatakan, rapat itu membahas tentang situasi keamanan di Papua sebelum menghadapi kegiatan besar.

"Ini kan sebentar lagi ada banyak kegiatan-kegiatan besar di Papua ya. Ada MTQ di Papua dan Papua Barat, lalu setelah itu ada PON jadi gimana persiapannya sehingga Papua yaitu siap dalam menyelenggarakan event-event besar," kata Johnny.

Saat ditanya terkait kondisi di beberapa wilayah Papua, terutama Tembagapura, setelah sempat terjadi baku tembak antara KKB dan TNI/Polri, Johnny tak menjelaskan secara rinci. Dia menegaskan kebijakan pemerintah saat ini dalam penanganan Papua adalah pendekatan kesejahteraan.

"Sehingga yang ditindaklanjuti adalah yang terkait dengan pendekatan kesejahteraan agar kesejahteraan di Papua bisa meningkat dan bisa sederajat dengan wilayah lain di Indonesia," ujar politikus Partai NasDem ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA