Selasa 10 Mar 2020 07:34 WIB

Gandeng Adhi Karya, AP I Kembangkan Bandara Manado

Pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado sudah melayani 2,2 juta penumpang.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
Foto: Antara/Adwit B Pramono
Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) melakukan proses peletakan batu pertama proyek pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado kemarin (9/3). Dalam pembangunan pengembangan bandara tersebut, AP I menggandeng PT Adhi Karya sebagai mitra pelaksana proyek. 

Direktur Teknik AP I Lukman F Laisa mengatakan pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado untuk meningkatkan kapasitas. "Peningkatan kapasitas terminal dari 2,7 juta orang oertahun menjadi 5,7 juta orang pertahun," kata Lukman, Senin (9/3). 

Baca Juga

Lukman menjelaskan pada 2019 Bandara Sam Ratulangi Manado sudah melayani 2,2 juta penumpang. Selain itu bandara tersebut juga memiliki 22,7 ribu pergerakan pesawat dan 13,6 ribu ton kargo.

Dia menmabahkan penhembangan Bandara Sam Ratulangi Manado tersebut merupakan salah satu upaya AP I mendukung program pemerintah di bidang pariwisata. Khususnya dalam pengembangan lima destinasi wisata super prioritas karena Likupang yang berada di Sulawesi Utara merupakan salah satu dari lima destinasi tersebut. 

"Untuk itu  proyek pengembangan ini ditargetkan dapat selesai akhir tahun ini yaitu Desember 2020," ujar Lukman. 

Walaupun saat ini kondisi industri pariwisata cukup terpukul dengan adanya virus korona baru Covid-19, hal tersebut menurut Lukman tidak akan menghambat pembangunan pariwisata. Sebab, kta dia, dalam jangka panjang potensi pertumbuhan industri pariwisata cukup tinggi.

Terlebih, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey menargetkan satu juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Sulawesi Utara pada 2025. Hal tersebut didukung oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang di atas lahan seluas 396 hektare.

"Pengembangan Likupang ini dapat mendorong kunjungan wisman sebanyak 162 ribu orang pada 2025 atau berkontribusi 16 persen dari total target 1 juta wisman," ujar Olly. 

Secara umum, desain terminal Bandara Sam Ratulangi Manado mengombinasikan konsep tradisional dan moderen. Sentuhan tradisional berupa motif batik Tarawesan Pareday yang menyerupai sebuah perulangan garis sebagai representasi sebuah simbol gelombang kehidupan manusia hadir dari dua arah, yaitu arah atas dan bawah. 

Dari sisi kinerja pelayanan, Bandara Sam Ratulangi Manado memiliki nilai kepuasan pengguna jasa atau Customer Satisfaction Index dari Airport Council International sebesar 4,75  pada 2019. Hal tersebut menunjukan pengguna jasa sangat puas dengan pelayanan bandara tersebut dan menempatkan Bandara Sam Ratulangi Manado di peringkat 11 dari 78 bandara di seluruh dunia dengan kategori 2 sampai dengan 5 juta penumpang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement