Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Pelatih Leipzig Nilai Tottenham Tetap Berbahaya

Selasa 10 Mar 2020 15:30 WIB

Red: Endro Yuwanto

Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann (EPA/RONALD WITTEK)

Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann (EPA/RONALD WITTEK)

Foto: EPA/RONALD WITTEK
Tottenham gagal memenangkan lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tottenham Hotspur tetap lawan yang berbahaya meski tak berhasil memenangkan satu pun pertandingan sejak kalah 0-1 pada Liga Champions melawan RB Leipzig dalam leg pertama babak 16 besar. Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann pun tetap akan mewaspadai Spurs

Leipzig menjamu Tottenham pada Selasa (10/3) berbekal keuntungan leg pertama yang solid dengan kemenangan 1-0. Pihak berwenang menyatakan fan bebas masuk stadion di tengah wabah virus corona.

Nagelsmann mengatakan, timnya akan membutuhkan dukungan penonton saat melawan Tottenham yang gagal memenangkan lima pertandingan terakhirnya di semua kompetisi. Statistik buruk Spurs termasuk saat tersingkir dari Piala FA lewat adu penalti melawan juru kunci klasemen Liga Primer Inggris, Norwich City.

"Kami akan butuh dukungan fan untuk menyemangati kami. Tottenham tetap tim yang bagus dengan banyak pemain bagus," kata Nagelsmann seperti dikutip Reuters, Senin (9/3). "Mereka berbahaya dalam serangan balik. Kami berharap memainkan tekanan balik yang bagus. Kami tidak memikirkan hasil Tottenham di liga atau pun Piala FA. Kami sudah memenangkan leg pertama dan kami akan berusaha untuk memenangkan leg kedua."

Skuat asuhan Nagelsmann juga tampil tidak terlalu bagus pada pekan ini dengan hanya menang dua dari tujuh pertandingan di Bundesliga Jerman. "Saya ingin mengalahkan Tottenham dan saya ingin maju. Ini bukan duel antara saya dengan (pelatih Tottenham) Jose Mourinho," kata pelatih berusia 32 tahun yang memasuki musim pertamanya di Leipzig.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA