Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Sunday, 3 Zulqaidah 1442 / 13 June 2021

Peran Perbankan Dalam Bisnis Filatropi Perlu Ditingkatkan

Senin 09 Mar 2020 19:07 WIB

Red: Hiru Muhammad

Wakil Presiden Ma

Wakil Presiden Ma

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Pada 2019 Badan Amil Zakat Nasional mencatat potensi zakat sebesar Rp 23 Triliun

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA  -- Perbankan dinilai memiliki peran penting dalam mendukung dunia filantropi. Perbankan menjadi penggerak dalam menggali potensi dana zakat yang sangat besar di Indonesia dan perannya masih perlu ditingkatkan.

Direktur Mobilisasi Zakat, Infak dan Shadaqah (ZIS) Dompet Dhuafa Yuli Pujihardi mengatakan pada 2019 Badan Amil Zakat Nasional mencatat potensi zakat di Indonesia sebesar Rp 233 triliun."Ini tentu sebuah sumber daya yang sangat fantastis untuk membantu penanggulangan persoalan kemiskinan di Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (9/3).

Namun sayangnya, potensi yang besar tersebut belum terkelola dengan baik, karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan kewajiban berzakat atau menyalurkannya bukan melalui lembaga yang kompeten dan profesional.

Padahal, penyaluran dana zakat atau donasi lainnya melalui lembaga adalah salah satu ikhtiar untuk memberantas kemiskinan karena dikelola dengan konsep yang elegan dan memberikan kebermanfaatan dalam jangka panjang, tidak putus di saat donasi itu diberikan saja.

Kondisi tersebut menjadikan, Dompet Dhuafa menggaet Nobu Bank untuk menjadi institusi perbankan yang membantu memberikan layanan kemudahan kepada masyarakat Indonesia dalam menyalurkan donasinya (zakat, infak, wakaf) melalui fitur-fitur yang dimiliki bank tersebut.

Jadi masyarakat tidak perlu repot lagi untuk berderma, cukup menikmati fitur yang dimiliki bank tersebut, maka donasipun dapat tersalurkan tepat sasaran. Yuli menyatakan perbankan di dunia filantropi memiliki peran yang sangat strategis, khususnya dalam hal mendukung penghimpunan dana. 

Dengan kecanggihan teknologi yang sangat mumpuni, lembaga filantropi seperti Dompet Dhuafa sangat terbantu dengan adanya saluran yang dimiliki perbankan, seperti menu ATM, internet banking, mobile banking, dan Quick Response Indonesia Standard."Di Dompet Dhuafa, transaksi donasi melalui kanal perbankan bisa mencapai 80 persen. Ini menandakan masyarakat Indonesia sangat terbantu oleh pihak perbankan dalam mendermakan hartanya," kata Yuli Pujihardi.

Nobu Bank tengah dalam proses development system e-channel, di mana dalam waktu dekat akan dilakukan life production, sehingga masyarakat akan sangat dimanjakan dengan fitur pembayaran zakat pada menu ATM Bank Nobu. Selanjutnya, Nobu Bank menyediakan 1.500 QRIS untuk disebar ke mitra rekanan dan tempat strategis lainnya guna dijadikan sebuah metode pembayaran zakat/infak/ wakaf ke Dompet Dhuafa.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA