Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Festival Lembah Baliem Terancam Batal karena Corona

Senin 09 Mar 2020 17:54 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah warga dan anak-anak suku pedalaman Papua berkumpul untuk mengikuti acara Festival Budaya Lembah Baliem.(Antara)

Sejumlah warga dan anak-anak suku pedalaman Papua berkumpul untuk mengikuti acara Festival Budaya Lembah Baliem.(Antara)

Foto: Antara
Setiap tahun FBLB menarik banyak wisatawan asing terutama dari kawasan Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, WAMENA -- Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Jhon Richard Banua mengatakan kemungkinan besar pagelaran Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) tahun 2020 dibatalkan sebagai upaya pencegahan masuknya Covid-19 (virus Coronabaru). Bupati Jhon Banua di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin (9/3) mengatakan setiap tahun FBLB menarik banyak wisatawan sehingga berpeluang menjadi media peredaran virus Corona jika digelar tahun ini.

Karena itu, masalah ini akan dibicarakan dalam waktu dekat lagi dengan instansi terkait. "Jadi sebagai kepala daerah di Jayawijaya, kemungkinan besar kami akan batalkan FBLB 2020," katanya.

Baca Juga

Jhon Banua mengatakan lebih baik membatalkan FBLB dibandingkan tetap menggelar, namun berpotensi menyebarkan virus Corona. "Apabila kita lakukan FBLB, akan datang turis dan orang Asia paling banyak dan kemungkinan dalam tahapan screener tidak terdeteksi. Tetapi begitu sampai di tempat dingin, virus ini muncul. Lebih baik kita korbankan satu kegiatan, daripada kita korbankan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan biasanya turis yang datang untuk menyaksikan FBLB lebih suka tinggal di honai atau rumah adat dan berdekatan dengan masyarakat. Sehingga berpotensi menyebarkan Corona ke penduduk lokal.

"Virus ini kan bisa sampai 20 sekian hari baru diketahui, jadi kalau dalam perjalanan ke Wamena virus belum terdeteksi, tetapi setelah sampai baru virus terdeteksi maka itu berisiko. Ini yang membuat kami berpikir untuk tidak lakukan FBLB," katanya.

Festival Budaya Lembah Baliem biasanya dilakukan pada Agustus setiap tahun. Pada festival itu hampir sebagian besar masyarakat 40 distrik berkumpul di Welesi untuk menampilkan tari-tarian, perang-perangan serta berbagai atraksi budaya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA