Senin 09 Mar 2020 17:23 WIB

Pengasuh Ponpes dan 5 Santriwati Meninggal akibat Tenggelam

Mereka mengalami musibah tenggelam di cerukan bekas galian C.

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Andi Nur Aminah
Korban tewas tenggelam di kolam ditemukan (ilustrasi).(Republika/Prayogi)
Foto: Republika/Prayogi
Korban tewas tenggelam di kolam ditemukan (ilustrasi).(Republika/Prayogi)

REPUBLIKA.CO.ID, PURWODADI -- Duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Putri Al-Latthifiyyah, Dusun Sonotuwo, Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Salah satu kiai dan lima orang santriwati ponpes ini meninggal dunia, setelah sebelumnya mengalami musibah tenggelam di cerukan bekas galian C, yang ada di lingkungan dusun tersebut, Senin (9/3) sekitar pukul 09.45 WIB.

Keenam korban meninggal dunia dalam musibah ini terdiri atas KH Wahyudi (61) yang juga pengasuh Ponpes Putri Al-Latthifiyyah. Kemudian santrinya adalah Shofa Lu'lu'ul Maknun (17), Susi Susanti (18), Nazilla Inayatul (13), Lina Lailatul Muarifah (17) dan Istiroqin Nuriya (13).

Baca Juga

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, total korban yang tenggelam dalam musibah ini ada delapan orang. Namun dua orang korban di antaranya berhasil diselamatkan.

Musibah yang merenggut nyawa pengasuh ponpes Al-Latthifiyyah berikut enam santriwatinya ini bermula saat para santri hendak merendam kayu di lokasi cerukan bekas galian C yang memang telah terisi air tersebut. Menurut informasi salah seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian, pagi itu sejumlah santriwati memang mendatangi cerukan bekas galian C di wilayah Dusun Sonotuwo tersebut untuk bergotong-royong merendam batangan kayu usuk.

Pada saat itulah, salah seorang santriwati terpeleset dan masuk ke dalam cerukan yang memang telah terisi air. Diduga karena tidak bisa berenang, salah satu santriwati tersebut mulai tenggelam.

Melihat salah seorang rekannya tenggelam, beberapa santriwati yang lain selanjutnya mencoba memberikan pertolongan. Namun karena tidak mengetahui kedalaman genangan air di cerukan tersebut, mereka juga ikut tenggelam.

Termasuk, pengasuh pondok yang juga mencoba untuk memberikan pertolongan. Dua dari tujuh santriwati yang ikut tenggelam tersebut berhasil ditolong oleh warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi dalam keadaan selamat. “Namun lima orang santriwati dan pengasuh ponpes tersebut jiwanya tak tertolong dalam musibah tersebut,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Endang Sulistyoningsih.   

Adapun data nama korban meninggal dunia dalam musibah di cerukan galian C ini adalah KH Wahyudi, yang beralamat di Dusun Sonotuwo RT 01/ RW 04, Desa Kronggen, Kecamatan Brati. Sedangkan kelima santriwati tersebut masing-masing adalah Shofa Lu'lu'ul Maknun, warga Dusun Ketintang, RT 04/ RW 03 Desa Temon, Kecamatan Brati; Susi Susanti warga Pancan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan; Nazilla Inayatul warga Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo; Lina Lailatul Muarifah warga Dusun Nadri, Desa Katekan, Kecamatan Brati dan Istiroqin Nuriya warga dusun Nglejok, Desa Kuripan, Kecamatan Purwodadi.

Setelah dievakuasi, keenam jenazah korban tenggelam di galian C ini dibawa ke Puskesmas Brati. “Musibah tenggelamnya santriwati dan pengasuh Ponpes Al-Latthifiyyah ini, kini dalam penanganan Polres Grobogan,” lanjut Endang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement