Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

1,5 Tahun, Saudi Keluarkan Ratusan Ribu SIM Wanita

Senin 09 Mar 2020 06:33 WIB

Rep: Zainur Mahsir/ Red: Muhammad Hafil

 1,5 Tahun, Saudi Keluarkan Ratusan Ribu SIM Wanita

1,5 Tahun, Saudi Keluarkan Ratusan Ribu SIM Wanita

Foto: carbonated.tv
Kenaikan pemilik SIM wanita terus meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT), menyebut ada kenaikan signifikan wanita Arab yang memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan, dalah kurun waktu 1,5 tahun ada sekitar 174.624 SIM yang telah diterbitkan.

Dilansir dari Saudigazzete, Senin (9/3) Sejak diizinkan oleh pihak Kerajaan Saudi pada 24 Juni 2018 lalu, kenaikan pemilik SIM wanita terus meningkat. Meskipun, lisensi yang dikeluarkan itu, 84,8 persennya dikeluarkan bagi wanita yang telah memiliki SIM.

Baca Juga

Berdasarkan data GASTAT, wilayah di Riyadh, Makkah dan sebagian Provinsi Timur, menjadi daerah dengan persentase pemilik tertinggi. Bahkan, secara gamblang disebutkan bahwa 90 persen dari SIM di Saudi berasal dari daerah tersebut.

GASTAT juga menegaskan, laporan tersebut sengaja dikeluarkan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret kemarin.

Mengutip laporan, 49 persen dari populasi Saudi merupakan wanita. Bahkan, mayoritasnya adalah wanita di atas 25 tahun.  Walaupun nyatanya, dalam hal ini, persentasenya cukup dekat dengan daerah lainnya di sebagian besar wilayah administratif.

Sebab, usia rata-rata seorang wanita Saudi ada di kisaran 28 tahun. Sedangkan menurut laporan, setengah dari wanita Saudi berusia di bawah 27 tahun.

Laporan itu juga mengatakan, Visi Kerajaan 2030 telah berkontribusi pada peningkatan status perempuan. Pasalnya, mereka memperoleh lebih banyak hak dengan memberdayakan di tingkat nasional dan internasional. 

Lebih jauh, laporan itu menyatakan, perempuan Saudi yang bekerja di pasar tenaga kerja, membentuk 35 persen dari total Saudi yang bekerja. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA