Monday, 22 Syawwal 1443 / 23 May 2022

Pakar Ungkap Pola SitusTogel Beroperasi di Internet

Senin 09 Mar 2020 01:34 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Ilustrasi judi online

Ilustrasi judi online

Pengelola situs tersebut yang bisa akses jaringan internet dengan domain berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG -- Kendati Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memblokir situs judi togel namun ternyata situs tersebut masih marak. Pakar keamanan siber dari CISSReC Doktor Pratama Persadha mengemukakan bahwa masyarakat masih bisa mengakses situs tersebut karena Kemenkominfo baru memblokir domain atau internet protocol (IP) address-nya saja.

"Pemilik sistem pasti paham akan ilegalnya perjudian. Mereka lantas menyembunyikan datanya di server (peladen) yang menggunakan proxy agar susah mencari isi website tersebut," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha kepada ANTARA di Semarang, Ahad (8/3).

Dengan menyembunyikan data di proxy server, kata Pratama, mereka mengamankan jaringan komputer pribadi yang terhubung dengan jaringan publik. Dengan demikian, hanya pengelola situs tersebut yang bisa akses jaringan internet dengan domain berbeda.

Server situs judi togel biasanya berada di luar negeri (Kamboja, Filipina, dan Taiwan). Kalaupun domainnya diblokir, hosting-nya (tempat file dan data) masih ada sehingga mereka mengakalinya dengan membeli domain baru.

Adapun harga domain (IP address), menurut Pratama, terbilang murah sekitar Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu jika dibandingkan dengan hasil judi yang sampai ratusan juta rupiah atau bahkan miliaran rupiah. "Tidak pelak lagi, pelaku terus-menerus membeli domain sehingga masyarakat masih bisa mengakses situs togel, baik Hong Kong (HK) maupun Singapura (SGP)," kata Pratama yang juga dosen Cyber War pada Program Studi S-1 Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) di Sentul, Bogor.

Sementara itu, dosen Teknologi Informasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Andik Setyono, M.Kom, Ph.D. mengatakan bahwa pemerintah telah memblokir situs togel. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini masyarakat masih bisa mengaksesnya.

Menurut Andik Setyono, mereka menggunakan jalur lain, antara lain virtual private network (VPN) atau layanan koneksi yang bisa akses ke website secara aman dan pribadi dengan mengubah jalur koneksi melalui server. Andik mengumpamakan situs website berada di Amerika. Website ini masih bisa dibuka dengan jalur dari Singapura walaupun sudah diblokir oleh pemerintah RI.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA