Ahad 08 Mar 2020 20:06 WIB

Pupuk Kujang Terus Inovasi Ciptakan Produk Pupuk

Pupuk Kujang secara intens melakukan pembinaan terhadap petani.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Agus Yulianto
Pekerja mengangkut pupuk untuk didistribusikan di gudang pupuk PT Pupuk Kujang Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020).
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Pekerja mengangkut pupuk untuk didistribusikan di gudang pupuk PT Pupuk Kujang Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (8/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kujang, menyambut positif arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang mendorong industri pupuk khususnya Pupuk Indonesia dan Pupuk Kujang tak hanya memproduksi pupuk subsidi. Corporate Secretary Pupuk Kujang Ade Cahya mengatakan PT Pupuk Kujang menyambut arahan Mentan pada saat menghadiri Kujang Fest pada Sabtu (7/3).

"Kami juga ingin menunjukkan Pupuk Kujang selain memiliki produk-produk pupuk nonsubsidi unggulan, kita juga ikut andil membina petani," ujar Ade saat dihubungi Republika di Jakarta, Ahad (8/3).

Ade menjelaskan Pupuk Kujang secara intens melakukan pembinaan terhadap petani mulai dari kegiatan on farm sampai off farm atau mulai dari penyediaan pupuk sampai dengan penjualan sehingga petani dapat menciptakan komoditi yang berdaya saing .

"Ada beberapa petani hortikultura potensial yang sudah kita bina yaitu kopi, manggis, jeruk, yang sedang kami arahkan untuk bisa melakukan ekspor, kami mengharapkan hal ini bisa segera terealisasi," ucap Ade.

Ade memerinci produk-produk unggulan nonsubsidi Pupuk Kujang meliputi Jeranti yakni pupuk khusus untuk tanaman buah, Bion Up yakni Pupuk Cair Hayati, Excow yaitu Pupuk Organik plus, Nitroku yakni Pupuk NPK berbasis Nitrat, beberapa produk Benih Padi, Cabe, Tomat; serta Kuriza yang merupakan pupuk untuk memperkuat akar.

Ade mengatakan, Pupuk Kujang terus akan melakukan inovasi ke depan dengan mengembangkan produk pupuk berimbang yang memudahkan petani dan meningkatkan kualitas hasil tani.

"Selain itu, kami juga terus melakukan inovasi membuat produk-produk dengan memanfaatkan ekses proses produksi (CO2) serta turunan dari urea yang sangat potensial," kata Ade. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement