Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Starbucks akan Garap Investasi Hijau di Papua

Jumat 06 Mar 2020 20:17 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Petani mengeringkan biji kopi arabika. ilustrasi

Petani mengeringkan biji kopi arabika. ilustrasi

Foto: Raisan Al Farisi/Antara
Papua merupakan salah satu penghasil kopi kualitas terbaik di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan perusahaan kopi asal Amerika Serikat Starbucks akan mulai menggarap potensi investasi hijau di Papua. Bahlil mengatakan ikut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman investasi Starbucks dalam gelaran Forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua akhir Februari lalu.

"(Bentuk investasinya) ada kebun kopi, kemudian kedai-kedai, ekspor juga. Ada beberapa tahapan-tahapannya sudah dilakukan, tapi nilai investasinya lagi dihitung," katanya.

Bahlil menjelaskan setelah menandatangi nota kesepahaman, langkah selanjutnya perusahaan akan menurunkan tim studi kelayakan (feasibility study/FS) guna menghitung kebutuhan investasi. "Setelah FS selesai, baru kontrak, baru mulai kucurkan dana bulan depan," imbuhnya.

Bahlil menjelaskan Papua merupakan salah satu penghasil kopi kualitas terbaik di dunia. Ia menyebut salah satu varian, yakni kopi asal Wamena menjadi salah satu kopi arabika terbaik.

Sayangnya, kopi di kawasan timur Indonesia memang belum ditanam secara massal dan masih terpisah-pisah di sejumlah titik. Mantan Ketua Umum Hipmi itu menuturkan masuknya Starbucks ke Papua menunjukkan kini pemerintah terus mendorong investasi hijau di Papua.

"Kita kembali pada keunggulan keunggulan kearifan lokal. Maka pala, kakao, ini yang kita lagi kembangkan. Sawit kita stop-lah oleh Papua, sudah moratorium enggak boleh lagi sawit-sawit," tutupnya.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA