Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Polres Cimahi Bentuk Timsus Ungkap Pembunuhan Sadis

Jumat 06 Mar 2020 17:07 WIB

Rep: Djoko Suceno/ Red: Muhammad Fakhruddin

Ilustrasi pembunuhan.

Ilustrasi pembunuhan.

Foto: IST
Belasan saksi yang melihat jasad korban di lokasi hingga keluarga diminta keterangan.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Polres Cimahi membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan korban seorang gadis cantik yang mayatnya dibuang di tepi Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Korban bernama Intan Marwah Sofiyah (20 tahun) alias Anjanii Bee warga Kabupaten Subang, dibunuh secara sadis dengan luka di beberapa bagian. ‘’Tim khusus sudah memeriksa sebanyak 12 saksi,’’ kata Kapolres Cimahi, AKBP Yoris Maulana kepada para wartawan, Jumat (6/3).

Sebagaimana diketahui, mayat perempuan muda berkulit putih dengan sejumlah tato di tubuhnya ditemukan warga tergeletak di tepi Jalan Raya Lembang, Kamis (5/3). Saat ditemukan di parit depan sebuah hotel, korban dalam kondisi terbungkus seprai dan plastik hitam. Korban tercatat sebagai warga Kampung Karajan, Desa Karang Hegar, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang. ‘’Ada luka di leher, kepala dan wajah,’’ kata Yoris.

Dari hasil penyelidikan sementara, lanjut Yoris, Intas alias Anjanii Bee, merupakan korban pembunuhan sadis. Polisi, kata dia, sudah meminta keterangan belasan saksi yang pertama kali melihat jasad korban di lokasi hingga pihak keluarga. Dari hasil penyelidikan tersebut sudah mulai mengarah ke pelaku.’’Sudah ada titik terang. Doakan saja cepat tertangkap (pelakunya),’’ kata dia.

Selama ini, korban tinggal di sebuah kosan di Kota Bandung. Setelah jenazah korban ditemukan, petugas Satreskrim Polres Cimahi membawa jenazah ke RS Sartika Asih Polda Jabar untuk dilakukan visum. Setelah dilakukan visum jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga di Subang. Pada Jumat siang jenazah korban dimakamkan di kampung halamannya.

Kepada polisi, Nita Handayani, ibu korban sempat berkomunikasi dengan putrinya. Komunikasi lewat video call tersebut dilakukan pada malam sebelum korban ditemukan meninggal di tepi jalan. Nita mengaku meminta anaknya untuk pulang ke Subang karena ada yang harus dibicarakan. ‘’Itu terakhir saya bicara sama dia melalui telepon,’’ kata Nita. Namun pertemuan dengan putrinya itu tak pernah terjadi hingga akhirnya korban ditemukan sudah tak bernyawa. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA