Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Penjualan Mobil Februari Diprediksi Hanya 80 Ribu Unit

Kamis 05 Mar 2020 19:22 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Suasansa salah satu booth pada pameran GAIKINDO Indonesia Internationa Commerciall Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di JCC, Jakarta, Kamis (5/3).

Suasansa salah satu booth pada pameran GAIKINDO Indonesia Internationa Commerciall Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2020 di JCC, Jakarta, Kamis (5/3).

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Penjualan mobil bulan februari diprediksi flat atau sama dengan Januari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkap prediksinya atas penjualan mobil di bulan Februari. Menurut dia, penjualan bulan Februari akan kurang lebih sama dengan pencapaian di bulan Januari.

Hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain banjir di sejumlah wilayah dan wabah virus corona (COVID-19). "Penjualan di Januari agak turun ya, hanya 80 ribu (unit) saja. Februari kayaknya masih flat sama Januari, karena banjir, COVID-19, bencana alam, turisme juga berat di Bali," kata Yohannes, Kamis (5/3).

Banjir yang sempat menggenangi sejumlah wilayah di Indonesia pun menjadi salah satu faktor yang berperan banyak terhadap minat beli masyarakat atas mobil yang cenderung menurun. Ditambah mewabahnya virus corona (COVID-19) di sejumlah negara yang semakin luas pada Februari juga berpengaruh banyak, mulai dari ekspor ke China hingga menurunnya kedatangan turis, khususnya di Bali.

Meski baru dua bulan berjalan dan dihadapkan dengan berbagai tantangan, ia berharap penjualan mobil di Indonesia kian membaik daripada tahun lalu. Sebab, tidak adanya agenda politik yang berat dan masif seperti pemilihan umum serentak.

"Semoga tahun ini saya berharap (penjualan mobil) bisa pulih lagi. Tahun lalu sangat terpukul karena agenda politik yang cukup berat, akibatnya penjalan turun. Harusnya tahun ini sudah pulih," kata Yohannes.

"Dan target 6 persen dari pemerintah juga sesuai dengan target kita. Ditompang dengan agenda politik yang sudah enggak ada, selesainya perang dagang, dan (wabah) COVID (19) juga semoga bisa ter-recover (secepatnya)," kata dia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA