Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

RS Swasta Dilibatkan Tangani Pasien Corona

Kamis 05 Mar 2020 17:13 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Indira Rezkisari

Menko PMK Muhadjir Effendy memantau rumah sakit yang melakukan simulasi penanganan pasien corona.

Menko PMK Muhadjir Effendy memantau rumah sakit yang melakukan simulasi penanganan pasien corona.

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Pemerintah ingin lebih banyak RS bisa bantu tangani pasien corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mendorong rumah sakit swasta agar siap menerima dan melakukan tindakan awal bagi pasien yang diduga terjangkit virus corona (Covid-19). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang memberi arahan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk melibatkan rumah sakit swasta, terutama kelas A.

"Tetapi sebaiknya semua rumah sakit, walau bukan rujukan, disiapkan juga. Sehingga kalau terpaksa menerima pasien yang ternyata mengidap Covid-19 sebelum dikirim ke rumah sakit rujukan bisa menangani dengan baik," jelas Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).

Muhadjir mengaku sudah memantau beberapa rumah sakit tipe B dan C yang sudah melakukan simulasi penanganan pasien Covid-19. Termasuk, ujar Muhadjir, 15 rumah sakit PKU yang sudah disiapkan PP Muhammadiyah.

"Saya cek beberapa rumah sakit sudah disiapkan, walau bukan rumah sakit rujukan. Kalau pada akhirnya dia mendapatkan pasien yang kemudian diketahui Covid-19, bisa menanganinya sebelum dikirim ke rumah sakit rujukan. Juga punya ruang isolasi," katanya.

Tak hanya soal kesiapan rumah sakit, lanjut Muhadjir, Presiden Jokowi juga menyampaikan instruksi untuk melakukan penelusuran pihak-pihak yang sempat melakukan kontak dengan pasien positif corona.

Hingga saat ini, pemerintah mencatat ada 156 WNI yang masuk dalam kategori pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona. Sebanyak 156 pasien tersebut berasal dari 35 rumah sakit yang tersebar di 23 provinsi.

Dari 156 pasien tersebut, sembilan di antaranya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan untuk menentukan adanya virus corona atau tidak dilakukan melalui dua metode.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA