Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

RSUP Dr. Sardjito Rawat Satu WN Jepang di Ruang Isolasi

Kamis 05 Mar 2020 17:12 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito merawat satu pasien warga negara asing (WNA) asal Jepang. Ia dirawat dengan status pengawasan di ruang isolasi sejak Selasa (3/3). Ilustrasi.

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito merawat satu pasien warga negara asing (WNA) asal Jepang. Ia dirawat dengan status pengawasan di ruang isolasi sejak Selasa (3/3). Ilustrasi.

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko
WN Jepang dirawat dengan status pengawasan di ruang isolasi sejak Selasa (3/3)

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito merawat satu pasien warga negara asing (WNA) asal Jepang. Ia dirawat dengan status pengawasan di ruang isolasi sejak Selasa (3/3).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Paru RSUP Dr Sardjito, Ika Trisnawati, memberikan keterangan dalam jumpa pers pada Kamis. Ia mengatakan saat pertama datang ke Sardjito, pasien mengalami demam serta didiagnosis mengalami infeksi paru-paru.

"Sekarang sudah membaik. Klinisnya juga cukup stabil. Sejak hari pertama perawatan, begitu diberi terapi demam sudah turun," kata dia.

Menurut Ika, karena berasal dari negara wabah maka pasien berjenis kelamin laki-laki itu perlu menjalani observasi di ruang isolasi hingga saat ini. "Kita tetap waspada. Begitu teridentifikasi ada (infeksi) di paru, kita harus kewaspadaan di paru. Tetapi, kalau di paru bersih bisa dipantau di rumah, tidak harus dirawat," kata dia.

Meski saat ini kondisi pasien sudah stabil, RSUP Dr. Sardjito masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes). Hasil laboratorium diperlukan untuk memastikan pasien itu terpapar COVID-19 atau tidak.

"Nanti sesegera mungkin hasilnya keluar. Jika negatif (COVID-19), kondisi bagus akan kita koordinasikan dengan Dinas Kesehatan, KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan), Kedutaan Jepang untuk membantu pemulangan pasien," kata dia.

Hingga saat ini, ada dua pasien dalam status pengawasan di RSUP Dr. Sardjito. Selain WNA asal Jepang, ada pasien berusia lanjut yang pulang dari umroh.

Meski saat pertama kali datang sempat lemas dan enggan makan dan minum, pasien itu tidak memiliki indikasi terinfeksi virus, melainkan infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri. Saat ini, pasien tersebut dalam kondisi baik.

RSUP Dr. Sardjito juga masih menunggu hasil pemeriksaan dari Litbangkes untuk pasien lansia tersebut. "Sampai saat ini tidak ada pasien yang positif COVID-19 di RSUP Sardjito," kata Ika.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA