Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

10 Istilah dalam Ilmu Hadits yang Perlu Dikenali

Kamis 05 Mar 2020 09:29 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil

10 Istilah dalam Ilmu Hadits yang Perlu Dikenali. Foto: Kitab Sahih Bukhari

10 Istilah dalam Ilmu Hadits yang Perlu Dikenali. Foto: Kitab Sahih Bukhari

Foto: Menachem Ali
Hadits merupakan sebuah dalil yang bersumber dari Rasulullah SAW.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Hadits dalam Islam merupakan sebuah dalil yang bersumber dari Rasulullah; bisa berupa perkataan, perbuatan, ataupun penegasan Rasulullah. Hadits dalam perkembangannya pun dijadikan sebuah sumber ilmu Islam karena kondisi sosial saat itu yang kerap mencatut nama Rasulullah untuk kepentingan tertentu.

Ilmu hadits juga dilahirkan guna menguji validitas sebuah kebenaran pesan-pesan yang me-mention nama Rasulullah. Secara simpel, ilmu hadits adalah ilmu memfilter mana-mana yang dapat diidentifikasi sebagai hadits dan mana saja yang bukan. Tak hanya itu, ilmu hadits juga dapat mengklasifikasi derajat-derajat hadis, yakni sahih, hasan, hingga dhaif.

Baca Juga

Namun demikian, bagi sebagian umat Islam, mempelajari ilmu hadits terkadang terkendala oleh istilah-istilah yang tak cukup familier. Berikut beberapa istilah dalam ilmu hadits yang perlu dikenali berdasarkan buku Al-Bukhari dan Metode Kritik Hadis karya Mohammad Nabiel.

Pertama, dhabth. Yakni, keteladanan periwayat hadits berdasarkan pada kekuatan hafalan yang dimilikinya. Seorang yang dhabth memiliki kesalahan super minim.

Kedua, adl. Yakni, keteladanan seorang periwayat hadits dinilai berdasarkan pada ketaatannya dalam beragama.

Ketiga, kadzdzab. Yakni, penilaian yang sangat negatif yang disematkan kepada seorang periwayat hadits karena sebagaian besar hadis riwayatnya—jika tidak keseluruhannya—bertentangan dengan realitas amalan, kehaditsan, dan kesejarahan. Penilaian yang sangat negatif ini diberikan karena mempertimbangkan banyaknya kesalahan yang dilakukann oleh periwayat sehingga seolah yang datang darinya ialah kebohongan.

Keempat, mukhalafah. Yakni, metode penyeleksian hadits dengan cara melihat titik perbedaan dan pertentangan suatu riwayat tertentu dengan berbagai jalur periwayatan hadits lainnya. Metode ini digunakan untuk melihat variabel ilat yang terkandung dalam suatu jalur periwayatan hadits tertentu. Sebagai catatan, dalam ilmu hadits, jalur periwayatan hadits sangat berkontribusi terhadap kualitas derajat hadits itu sendiri.

Kelima, marfu. Yakni, hadits yang jalur periwayatannya dan penyandarannya sampai kepada Rasulullah SAW.

Keenam, shahih li-dzatihi. Yakni, hadits yang dikualifikasi sebagai sahih bukan karena pertimbangan ragam jalur periwayatannya, melainkan karena secara intrinsik, hadits ini sudah terkategori sahih berdasarkan periwayat-periwayat di dalamnya yang bersifat tsiqat.

Ketujuh, shahih li-ghairihi. Yakni, hadits hasan yang diriwayatkan dengan berbagai jalur periwayatan sehingga saling menguatkan dan kemudian menjadi sahih.

Kedelapan, tadlis. Yakni, keahlian yang dimiliki periwayat hadits yang menisbahkan sebuah hadits tidak kepada sumbernya langsung. Hal itu dengan pertimbangan bahwa sumber langsung ini dinilai tidak terkenal atau dhaif. Tadlis dalam tingkatan tertentu dinilai sebagai bentuk pengaburan periwayatan dan karena itu sebuah hadits harus ditolak.

Kedelapan, ushul. Yakni, hadits yang diletakkan secara utuh pada awal bab, kemudian disertakan mutaba’ah-nya dari jalur periwayatan lain. Menurut beberapa ulama, hadits yang diletakkan dalam ushul ini biasanya diriwayatkan oleh periwayat-periwayat tsiqat. Sementara itu, mutaba’ah biasanya diisi oleh periwayat-periwayat yang berkualitas di bawah tsiqat.

Kesembilan, shaduq. Yakni, penilaian posisitif yang biasanya disematkan kepada para periwayat hadits yang kualitas ke-dhabith-annya kurang, tetapi memiliki ke-adl-an yang bagus dan hadisnya dapat diterima. Namun, istilah ini juga terkadang digunakan untuk merujuk pada periwayat tsiqat.

Kesepuluh, matruk. Yakni, hadits yang diriwayatkan oleh seorang yang tertuduh melakukan kedustaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA