Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Pemerintah Bentuk Satgas untuk Lacak Kontak Pasien Corona

Rabu 04 Mar 2020 19:49 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri PMK Muhadjir Effendy.

Menteri PMK Muhadjir Effendy.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Dengan pelacakan tersebut diharapkan mata rantai penyebaran dapat diketahui.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah membentuk satuan tugas untuk melacak jejak kontak yang sempat dilakukan pasien positif Corona (Covid-19). Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, tim siap melakukan tracking untuk setiap kasus positif Corona di Indonesia.

"Setiap ada kasus akan kita telusuri sampai sejauh mungkin. Sehingga bisa diketahui mata rantai dari penyebaran Corona virus ini," jelas Muhadjir di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3).

Baca Juga

Muhadjir menambahkan, pemerintah benar-benar mengambil banyak pelajaran dari temuan dua pasien positif Corona di Depok, Jawa Barat. Seluruh pihak yang sempat melakukan kontak dengan dua pasien tersebut diminta melakukan pengecekan laboratorium.

"Juga ada penumpang warga negara New Zealand yang dari Iran mampir di Bali, sudah kita telusuri semua. Mungkin ada sekitar 30-an pihak dan ternyata negatif. Pokoknya kita ingin kerja sama dengan media lah. Media yang berinformasi, kita yang bergerak," jelas Muhadjir.

Muhadjir juga menekankan bahwa pemerintah proaktif dalam melakukan pencegehan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan meng-update hasil amplifikasi DNA atau Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengecek keberadaan virus Corona dalam tubuh manusia.

Tak hanya tes spesimen pasien suspect Corona yang terus dilakukan, pemerintah juga menambah jumlah rumah sakit rujukan menjadi 137 unit dari sebelumnya 100 unit. Bahkan, ujar Muhadjir, beberapa rumah sakit swasta juga disebut mengajukan diri sebagai rumah sakit rujukan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA