Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Sunday, 22 Zulhijjah 1442 / 01 August 2021

Tangsel Minta Sekolah Siapkan Cairan Pencuci Tangan

Rabu 04 Mar 2020 17:45 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Indira Rezkisari

Pemkot Tangsel menganjurkan sekolah-sekolah menyediakan cairan pencuci tangan. Cairan pencuci tangan beralkohol bisa membantu mengurangi paparan ke virus.

Pemkot Tangsel menganjurkan sekolah-sekolah menyediakan cairan pencuci tangan. Cairan pencuci tangan beralkohol bisa membantu mengurangi paparan ke virus.

Foto: Republika/Prayogi
Pemkot Tangsel mengimbau sekolah sosialisasi perilaku hidup bersih sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta setiap sekolah menyiapkan cairan pencuci tangan. Upaya tersebut merupakan antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Taryono, mengatakan hand sanitizer atau cairan pencuci tangan efektif untuk membunuh kuman. Terutama digunakan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

“Maka saya mengimbau melalui surat edaran bahwa untuk tetap menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan penerapan untuk cuci tangan secara bersih menggunakan sabun antiseptik dan sejenisnya,” kata Taryono, Rabu (4/3).

Cairan pencuci tangan disebut efektif membunuh kuman. Sebab virus corona menular melalui kontak fisik secara langsung, seperti bersalaman, bersin dan batuk yang tidak ditutup.

“Virus itu sering kali menempel di tangan. Cairan pencuci atau hand sanitizer berfungsi untuk membersihkan tangan itu agar virus tidak menular ke yang lain melalui kontak fisik,” kata Taryono.

Dia juga mengimbau kepada guru dan siswa-siswi sekolah, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kondisi bersih kemungkinan virus tidak mudah berkembang biak.

"Makanya saya mengimbau, untuk tetap menjaga lingkungan sekolah yang bersih. Kemudian pemerataan cuci tangan secara bersih, pakai sabun pakai hand sanitizer, kemudian juga membiasakan etika yang baik terkait orang bersin dan batuk,” ucapnya.

Taryono mengatakan pola hidup bersih adalah upaya pencegahan, tidak hanya virus corona namun juga dari berbagai jenis penyakit. “Yang pasti penerapan pola hidup bersih dan sehat harus lebih ditingkatkan di sekolah untuk pencegahan virus corona, tenaga pengajar dan siswa saya di mana sering cuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan,” ungkap Taryono.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangsel turut mengantisipasi pencegahan virus corona di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyebarkan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengetahui adanya masyarakat Tangsel yang terindikasi virus corona.

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, SOP yang dibuat oleh Dinas Kesehatan telah disosialisasikan ke Puskesmas hingga masyarakat. Nantinya masyarakat akan mengetahui cara penanganan pertama jika terindikasi virus Corona.

"Dinkes akan menerbitkan satu SOP langkah-langkah apabila terjadi atau teridentifikasi. Dinkes sudah rapat koordinasi dengan seluruh jajaran puskesmas yang kemudian juga sosialisasi ke masyarakat," kata Benyamin.




BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA