Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Soal Kompetisi, Persib Ikuti Arahan Pemerintah

Rabu 04 Mar 2020 16:08 WIB

Red: Israr Itah

Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (4/2).

Pemain Persib Bandung, Supardi Nasir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (4/2).

Foto: Republika/Hartifiany Praisra
Kapten tim Persib Bandung, Supardi Nasir menyebut klub Liga 1 harus turut serta menjaga kesehatan bersama.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Virus corona mulai menghantui masyarakat Indonesia setelah diumumkannya penderita oleh Presiden Joko Widodo, awal pekan ini. Perlahan, virus corona pun turut menghantui sepak bola Indonesia. Hal ini karena sejumlah negara sudah menunda kompetisi sepak bola sebagai antisipasi menyebarnya virus mematikan tersebut. Termasuk menggelar laga tanpa penonton. 

Kapten tim Persib Bandung, Supardi Nasir menyebut klub Liga 1 harus turut serta menjaga kesehatan bersama. Karena kesehatan penting dibandingkan sepak bola. Termasuk jika laga Persib kontra Arema digelar tanpa penonton.

Baca Juga

"Ya demi kemaslahatan, kami ikuti. Pengaruh atau tidak bagi kami atau Arema ya tetep nggak pengaruh. Ada atau tidak penonton ya misi kami tetap sama, kami fokus sama tim kita," kata Supardi di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Selasa (4/3). 

Supardi menyebut tidak keberatan jika laga tersebut digelar tanpa penonton. Bahkan jika terburuknya kompetisi Liga 1 harus ditunda.

"Ya itu setiap keputusan apa yang diputuskan sama pemerintah kita ya itu pasti untuk kebaikan bersama, itu harus didukung," kata Supardi. 

PSSI sedang menunggu arahan pemerintah dalam mengantasipasi virus corona.  Karena saat ini pun sejumlah laga internasional FIFA Match Day mengalami penjadwalan ulang.

Supardi menyebut hal tersebut bukan masalah sepele. Sehingga perlu adanya antisipasi sesuai dengan arahan dari pemerintah dan PSSI. 

"Ini masalah yang serius. Tapi bukan untuk menghentikan tapi menunda saja," katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA