Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tito Ingatkan Pejabat Daerah tak Buat Gaduh Soal Corona

Rabu 04 Mar 2020 13:06 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (Tengah)

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian (Tengah)

Foto: Republika TV/Surya Dinata
Pejabat di daerah diminta tak berlebihan sikapi virus corona

REPUBLIKA.CO.ID,  SURABAYA -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pejabat di daerah agar tidak berlebihan menyikapi kasus virus corona yang dinyatakan telah masuk ke Indonesia. Dia pun mengingatkan para pejabat di daerah agar tidak mengambil langkah-langkah yang menimbulkan kegaduhan.

"Masalah corona virus ini hendaknya disikapi dengan ketenangan, karena kalau tenang kita bisa lebih mampu mengatasinya. Jangan menjadi cemas dan panik, sampai melakukan hal yang tidak perlu," kata Tito di Hotel ShangriLa Surabaya, Rabu (4/3).

Tito juga mengingatkan, penimbunan stok bahan makanan menjadi contoh yang tidak perlu dilakukan. Dia pun menegaskan, stok bahan makanan sangat cukup. Bahkan, kata dia, Bulog sudah menyampaikan terkait kecukupan stok bahan makanan tersebut.

"Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian juga sudah sampaikan stok cukup. Tidak perlu juga nimbun-nimbun masker. Jangan juga terpengaruh sama hoaks-hoaks, karena belum tentu benar. Karena ada saja pihak yang berusaha mengeksploitasi ini untuk kepentingan mereka sendiri," ujar Tito.

Tito menegaskan, ketenangan sangat diperlukan dalam menghadapi kasus virus corona tersebut. Karena, kata dia, dampak kegaduhan yang timbul akibat krtidaktenangan, justru lebih besar dari pada virus corona itu sendiri.

"Tidak perlu kita bersikap panik, masyarakat, dan rekan-rekan pejabat juga tidak perlu membuat komentar sendiri-sendiri, apalagi komentarnya sektoral yang membuat masyarakat menjadi panik," ujar Tito.

Tito menjelaskan, mrujuk hasil penelitian, tingkat kematian akibat virus corona jauh lebih rendah dari virus lainnya seperti SARS dan Mers. Indonesia juga diakuinya terbiasa menangani wabah-wabah, seperti SARS, dan lainnya.

“Jadi, kita tangani saja. Kita siap berikan masyarakat masukan tentang cara pencegahan. Memperkuat daya tahan tubuh nomor satu, olahraga, tidak stres, beribadah yang banyak," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA