Rabu 04 Mar 2020 10:19 WIB

Emil: Banyak Negara Minati Program English for Ulama

Program English for Ulama bertujuan mengubah anggapan negatif masyarakat Eropa terhadap Islam.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Ani Nursalikah
Emil: Banyak Negara Minati Program English for Ulama. Sejumlah ustadz program English for Ulama gelombang I menyampaikan pengalamannya saat berdakwah di luar negeri.
Foto: Republika/Edi Yusuf
Emil: Banyak Negara Minati Program English for Ulama. Sejumlah ustadz program English for Ulama gelombang I menyampaikan pengalamannya saat berdakwah di luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan program English for Ulama bertujuan memperkuat hubungan manusia lintas agama dan keyakinan. Hal itu disampaikannya ketika beraudiensi dengan mitra lokal English for Ulama di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa malam (3/3).

"Program English for Ulama bukan hanya untuk memperkuat hubungan sesama Muslim atau ukhuwah islamiyah, tapi juga memperkuat hubungan masyarakat antaragama (interfaith) dan untuk memperkuat hubungan sesama,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Baca Juga

Emil mengatakan, banyak negara yang ingin para ulama yang tergabung dalam English for Ulama datang ke negaranya. Dia pun mengaku siap mengirim para ulama Jabar untuk menyampaikan pesan perdamaian ke seluruh dunia.

“Banyak duta besar ingin English for Ulama ada di negaranya. Sementara saya fokus dahulu membuat pilot project ini di UK. Tapi kami juga akan siap untuk berbagai negara lainnya,” katanya.

Menurutnya, ini berarti perlu mengundang banyak ulama Indonesia dan mengirim ke luar negeri untuk membicarakan masa depan Islam. Menurutnya, program English for Ulama bertujuan mengubah anggapan negatif masyarakat Eropa terhadap Islam dan membuat dunia menjadi damai.

"Kita butuh banyak komunikasi, kita butuh banyak dialog. Dan inilah (English for Ulama) awal dari dialog. Akhirnya kita mulai dengan sebuah kolaborasi,” katanya.

English for Ulama merupakan program kepemimpinan bagi para ulama yang didukung British Council dan pemerintah Inggris. Melalui program ini, para ulama Jabar diharapkan bisa mengubah anggapan negatif masyarakat Eropa terhadap Islam.

“Maka yang kita butuhkan adalah dialog. Kalau kita mencari perbedaan maka akan ketemu, tapi kalau kita mencari kesamaan, kita akan menemukan kesamaan untuk kita bersatu. Inilah prinsip yang ingin dibawa,” kata Emil.

Turut hadir dalam acara tersebut Paul Armstrong dan Mohammed Abbasy dari Association of British Muslim, Adnan Sohail, dan Colm Downes dari Bristish Council.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement