Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Penyebar Rahasia Medis Pasien Corona akan Disanksi

Selasa 03 Mar 2020 16:37 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Infografis Dua Warga Depok Positif Corona

Infografis Dua Warga Depok Positif Corona

Foto: istimewa
Rahasia medis tidak boleh diekspos ke publik.

JAKARTA -- Pemerintah menegaskan bahwa rahasia medis pasien termasuk yang dimiliki pasien terjangkit virus korona (Covid-19), tidak boleh disebarluaskan apalagi menjadi konsumsi masyarakat umum.

Juru Bicara Penanganan virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto, ikut mengkritik beredarnya data pasien positif virus Corona yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso. Bahkan ia menyebutkan bahwa ada sanksi bagi penyebar informasi rahasia medis pasien.

"Ada rahasia medis tidak boleh mengekspos nama pasien. Bahkan di dunia internasional tidak pernah ekspos nama rumah sakit," jelas Yuri di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3).

Yuri menyayangkan tersiarnya informasi rinci soal dua pasien positif Corona melalui jejaring media sosial. Ia pun memberi contoh Pemerintah Jepang yang teguh menjaga rahasia medis seluruh pasien positif Corona.

Pemerintah Jepang, jelas Yuri, tidak berkenan membocorkan informasi lokasi rumah sakit yang digunakan untuk merawat awak kapal Diamond Princess asal Indonesia.

"Pemerintah Jepang hanya mengatakan mereka dirawat di kota Shiba dan di pinggiran Tokyo. Bahkan kami nanya namanya pun tidak diberikan. Sama seperti kasus ART WNI di Singapura kemarin tidak diberikan. Nama ini tidak ada, secara etis nama tidak diberikan, tidak boleh dikeluarkan," ujar Yuri.

Soal informasi medis tentang pasien Corona yang kadung tersebar di tengah masyarakat, Yuri menjamin itu tidak berasal dari pihaknya. Ia pun meminta media massa untuk membantu memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa informasi medis pasien bersifat rahasia.

"Ada (sanksi) Kementerian Hukum dan HAM, Kemenkominfo tadi sudah berkoordinasi juga lapor ke Presiden bahwa akan ada law enforcement terhadap pelanggaran-pelanggaran yang diberikan," ujar Yuri.

Sebelumnya, pejabat di Kota Depok, Jawa Barat juga sempat menyampaikan alamat pasien positif virus korona dengan cukup rinci. Informasi mengenai data pasien virus Corona juga menyebar dengan cepat melalui grup-grup WhatsApp. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA