Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

3.000 Karyawan PT IMIP Asal China Wajib Thermal Scanner

Selasa 03 Mar 2020 10:41 WIB

Red: Ani Nursalikah

3.000 Karyawan PT IMIP Asal China Wajib Thermal Scanner. Foto ilustrasi

3.000 Karyawan PT IMIP Asal China Wajib Thermal Scanner. Foto ilustrasi

Foto: Antara/Abriawan Abhe
Pemindaian suhu tubuh karyawan PT IMIP dilakukan setiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Pengelola kawasan industri pertambangan nikel terpadu di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang mempekerjakan 3.000-an karyawan asal China mewajibkan seluruh karyawannya menjalani pemeriksaan suhu tubuh dengan alat pemindai khusus thermal scanner setiap hari.

"Setiap hari semua karyawan, bukan hanya tenaga kerja asing, harus menjalani pemeriksaan thermal scanner," kata Koordinator Divisi Komunikasi PT IMIP Morowali Dedy Kurniawan, Selasa (3/3).

PT IMIP, pengelola kawasan industri nikel dan produk-produk berbahan nikel terbesar di dunia itu saat ini mempekerjakan sekitar 35 ribu karyawan. Sekitar 3.300 orang di antaranya adalah pekerja asal China.

Menurut Dedy, manajemen IMIP sangat serius dan sejak dini mengambil langkah-langkah mencegah masuknya virus corona alias Covid-19. Langkah tersebut antara lain sejak 25 Januari 2020 sampai waktu yang belum ditentukan, manajemen IMIP menghentikan penerimaan tenaga kerja asing, khususnya dari China dan tidak mengizinkan karyawan dan pejabat IMIP keluar-masuk Indonesia.

"Semua pejabat IMIP tetap tinggal di Morowali atau kantor pusat Jakarta," ujarnya.

Pemeriksaan suhu tubuh dengan thermal scanner terhadap semua karyawan dilakukan setiap hari. "Ini wajib. Kami memiliki peralatan dan tenaga yang memadai untuk hal ini. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan karyawan yang mengalami gejala corona," katanya.

Terkait dampak terhadap kelanjutan royek konstruksi yang sedang berjalan dan produktivitas perusahaan yang bergerak di kawasan IMIP akibat penghentian penerimaan TKA asal China, Dedy menegaskan tidak ada pengaruh. Semua pabrik berproduksi dengan normal dan kegiatan investasi berjalan sebagaimana biasa.

PT IMIP disebut-sebut sebagai kawasan industri pertambangan nikel dan produk-produk nikel terbesar di dunia saat ini. Total investasi pada akhir 2019 sekitar Rp 100 triliun. Di kawasan ini pula sedang dibangun pabrik baterai lithium terbesar di dunia yang diharapkan mulai beroperasi pada 2021.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA