Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Yogyakarta Diprakirakan Hujan Lebat Hingga 7 Maret

Senin 02 Mar 2020 03:50 WIB

Red: Indira Rezkisari

Yogyakarta disebut BMKG mengalami kemungkinan hujan lebat pada 1-7 Maret 2020.

Yogyakarta disebut BMKG mengalami kemungkinan hujan lebat pada 1-7 Maret 2020.

Foto: republika
Masyarakat Yogyakarta diimbau waspadai hadapi hujan lebat.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan lebat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hujan diperkirakan berlangsung pada 1-7 Maret 2020.

"Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Ahad (1/3).

Baca Juga

Reni menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, pola tekanan rendah di wilayah belahan bumi selatan (BBS) masih cukup aktif berpengaruh pada pembentukan potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa, khususnya DIY.

Sementara itu, keberadaan daerah tekanan rendah di Pesisir Australia Barat bagian utara dan di Samudera Hindia selatan Jawa Timur serta sirkulasi angin tertutup di utara Papua Barat, menyebabkan pembentukan pola pertemuan massa udara yang memanjang dari perairan Selatan Jawa Timur hingga selatan NTB.

fnMw8rlitF0

Berikutnya, lanjut Reni, labilitas udara cukup kuat di wilayah Jawa berkontribusi pada peningkatan konvektifitas skala lokal di wilayah Jawa dan sekitarnya. "Faktor kondisi suhu muka laut di wilayah Perairan Selatan Jawa yang masih cukup hangat (30-31 derajat Celcius) meningkatkan suplai uap air yang berdampak pada potensi pembentukan awan hujan," kata dia.

Mencermati kondisi dinamika atmosfer di atas, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman kembali melakukan update informasi peringatan dini potensi cuaca ekstrem sejumlah wilayah di DIY untuk beberapa hari ke depan.

Untuk periode 1-3 Maret 2020 mencakup Kabupaten Kulon Progo (Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Panjatan, Kokap, Temon, Wates), Kabupaten Sleman (Pakem, Cangkringan, Turi, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan), Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul (Imogiri, Dlingo, Piyungan, Pleret, Jetis, Banguntapan, Sewon, Kasihan), dan Gunungkidul (Gedangsari, Ponjong, Karangmojo, Semin, Ngawen, Nglipar).

Berikutnya, untuk periode 4-7 Maret 2020, meliputi Kulon Progo (Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Panjatan, Kokap, Pengasih. Temon, Wates, Galur, Nanggulan), Sleman (Pakem, Cangkringan, Turi, Tempel, Seyegan, Sleman, Ngaglik, Mlati, Gamping), Bantul (Srandakan, Sanden, Pandak) dan Gunungkidul ( Girisubo, Rongkop, Ponjong, Semanu, Karangmojo, Semin, Ngawen).

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA