Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Jasa Marga Tanam 42 Ribu Pohon

Ahad 01 Mar 2020 11:44 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Friska Yolanda

Penanaman pohon PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) di kawasan Situ Cipule, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Penanaman pohon PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) di kawasan Situ Cipule, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang.

Foto: Republika/Zuli Istiqomah
Penanaman pohon dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab atas proyek yang dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- PT Jasa Marga (Persero) Tbk menanam 42 ribu pohon serentak di seluruh Indonesia, Ahad (1/3). Penanaman ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun BUMN ini yang ke-42. 

Penanaman dilaksanakan serentak bersama seluruh anak perusahaan di masing-masing kawasan pengembangan proyek. Di Karawang, PT Jasa Marga Japek Selatan (JJS) menanam dua ribu pohon sebagai tanggungjawab atas pembangunan Tol Japek Selatan yang akan menghubungkan Purwakarta dan Bekasi. Dua ribu pohon ditanam di kawasan Situ Cipule, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. 

Direktur Utama PT JJS Dedi Krisnariawan Sunoto mengatakan gerakan penanaman pohon ini serentak dilaksanakan seluruu perusahaan yang tergabung dalam Jasa Marga Group. Ini sebagai bentuk komitmen BUMN yang hadir untuk negeri dalam rangka pelestarian lingkungan.

“Jadi ini untuk kepedulian Jasa Marga Group. Dalam rangka hari ulang tahun ke-42 serentak semua melaksanakan penanaman 42 ribu. Untuk Jasamarga kami menanam dua ribu pohon,” kata Dedi di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Ahad (1/3).

Ia mengatakan Karawang menjadi salah satu daerah yang sering terjadi banjir seperti baru-baru ini. Karenanya penanaman pohon ini diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di daerah yang dilalui pembangunan proyek jalan tol. Menurutnya, pembangunan jalan tol merupakan program nasional untuk kebutuhan masyarakat. Dampaknya tentu ada pohon-pohon yang akan ditebang di lokasi proyek. Jasa Marga dikatakannya memiliki tanggungjawab untuk mengganti pohon tersebut agar tetap ada daerah resapan air. 

“Walaupun tentu sudah didesain aliran air dengan benar tapi saya kira tetap ada serapan air yang hilang karenanya penanaman pohon kembali itu terus kami lakukan,” ujarnya.

Selain di kawasan Situ Cipule, tambahnya, penghijauan juga dilakukan di kawasan sekitar jalan tol yang tengah dikerjakan. Harapannya aliran air tetap bisa terserap dan tidak melimpas ke daerah yang dilalui proyek jalan tolnya. Jadi, dua ribu pohon yang ditanam hari ini merupakan tahap awal yang nantinya akan dilanjutkan di lokasi lainnya. 

“Ini tanggung jawab kami menanam pohon agar supaya adanya proyek ini jangan menimbulkan kerusakan lingkungan,” harapnya. 

Camat Ciampel sebagai perwakilan pemerintah daerah, Agus Sudiono mengapresiasi tanggungjawab Jasa Marga terhadap lingkungan yang terdampak proyek jalan tol. Apalagi dengan adanya pembangunan jalan tol, berdampak pada berkurangnya lahan hijau. Ia pun meminta penanaman pohon di sekitar jalan tol juga harus diutamakan. Sebab pembangunan jalan tol menghilangkan banyak pepohonan di kawasan tersebut. Dikhawatirkan banjir di wilayah Karawang akan semakin parah. 

“Di masyarakat banyak anggapan bahwa banjir disebabkan kereta api cepat dan jalan tol. Tapi mudah-mudahan niat baik ini bisa tetap melestarikan lingkungan di Karawang,” ujarnya. 

Untuk diketahui, PT JJS tengah menggarap jalan tol Jakarta - Cikampek II Selatan. Tol ini akan menghubungkan Jati Asih ke Sadang sepanjang 62 kilometer. Pembangunannya dimaksudkan mengurangi beban Tol Cipularang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA