Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Friday, 15 Zulqaidah 1442 / 25 June 2021

Anwar Ibrahim, Jokowi, Anies, Mahathir: Pergiliran Kekuasaan

Selasa 25 Feb 2020 13:15 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kanan) dan Anwar Ibrahim (kiri), setelah konferensi pers yang diadakan pada akhir pertemuan dewan presiden di Putrajaya, Malaysia. Menurut laporan media, Mahathir Mohamad telah mengundurkan diri sebagai perdana menteri Malaysia.

Foto:
Jejak seseorang di puncak kekuasaan pasti punya seorang mentor

Namun berbeda dengan Jokowi, posisi Anwar Ibrahim belum sempat sampai ke puncak kekuasaan. Jabatannya tertingginya hanya sampai kepada tingkat wakil perdana menteri di bawah Mahathir Muhammad yang juga punya kesukaan sama, yakni menyantap makanan di Restoran Padang di bilangan Gondangdia, setiap kali ke Jakarta. Anwar kini kembali tengah berusaha menggapai kursi perdana menteri Malaysia.

Belakangan, meski sempat mendekam dalam penjara karier politik Anwar memang tetap tak meredup. Tetap cemerlang. Dia pun masih jadi ‘king maker’ di Malaysia masa kini sehingga bisa menempatkan isterinya di kursi Deputy Perdana Menteri. Anak perempuannya pun jadi elit partai.

Tak hanya itu, bila Jokowi kini dipusingkan soal ekonomi negara dan polemik Omnibus Law, Anwar di-‘letihkan’ dengan situasi politik yang tak menentu setelah mundurnya Mahathir Muhammad sebagai perdana menteri. Banyak orang yang mengira mundurnya Mahatir ini hanya manuver dia agar bisa duduk lagi sebagai perdana menteri. Hal ini dengan indikasi adanya keputusan ‘Yang Dipertuan Agung Malaysia' yang masih mengangkatnya sebagai Plt Perdana Menteri.

Namun seorang teman yang merupakan cendikawan  asal Indonesia yang tinggal Malaysia mengatakan semua masih serba tak pasti. Dan dia lebih percaya bahwa pengunduran diri Mahathir itu tulus. Katanya, Mahathir orang zuhud.

‘’Sepertinya ini malah lebih rumit. Ada kekuatan lain yang bermain. Ada juga kekuatan baru yang nimbrung. Bahkan ada indikasi ini juga pertarungan orang dalam partai Anwar yang berada dalam pemerintahan Mahatir. Jadi saling berebut. Perkembanganya sudah dari menit ke menit,’’ katanya dalam pembicaraan telpon dengannya yang kini baru saja tiba di Manila dari Kuala Lumpur.

Maka apa pun yang akan terjadi, garis merahnya adalah kekuasaan itu terus dipergulirkan. Itu sudah dialami para tokoh seperti  Natsir, BJ Habibie, Gus Dur, Mahatir Muhammad, serta nanti akan terjadi juga pada Jokowi. Dan bagi mereka yang hendak ‘melirik’ pada posisi puncak kekuasaan, sarannya carilah dan harus ketemu 'mentor' orang tepat seperti Adi Sasono itu.

Ssst... bila mungkin nanti Anies Baswedan, Sandiaga Uno, atau Erick Tohir jadi presiden berikutnya, saya beri tahu ya. Di sana juga ada jejak jasanya Adi Sasono. Jadi wajar kan bila Adi Sasono pernah dijadikan cover dan ditulis media asing sekelas The Washington Post dengan tajuk tulisan begini: Adi Sasono, Indonesia’s most dangerous man!




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA