Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Partai Pribumi Bersatu Tolak Mahathir Mundur

Selasa 25 Feb 2020 04:16 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Mahathir Mohamad melambaikan tangan setelah memberikan audiensi dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Istana Nasional Kuala Lumpur, Senin (24/22020). Mahathir telah mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Mahathir Mohamad melambaikan tangan setelah memberikan audiensi dengan Raja Malaysia Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah di Istana Nasional Kuala Lumpur, Senin (24/22020). Mahathir telah mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri Malaysia.

Foto: AP/FL Wong
Musyawarah Partai Pribumi Bersatu ingin Mahathir kembali dilantik.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Musyawarah pengurus Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) yang berlangsung di Yayasan Selangor, Petaling Jaya, Senin malam, memutuskan untuk menolak peletakan jabatan Dr Mahathir Mohamad sebagai ketua partai politik Malaysia itu. Musyawarah berlangsung selama tiga jam.

"Musyawarah khusus yang berlangsung selama tiga jam tersebut turut mengusulkan beberapa persoalan berkaitan kedudukan Mahathir," ujar anggota Majelis Pimpinan Tertinggi (MPT) Partai Bersatu,Mohd Rafiq Naizamohideen.

Ia mengatakan pucuk pimpinan partai akan menyampaikan usulan kepada Mahathir untuk kembali memimpin pemerintahan.

"Permintaan tersebut akan disampaikan 08.00 (Selasa) pagi besok. Kami ingin Mahathir dilantik menjadi perdana menteri kedelapan,” katanya.

Musyawarah yang dihadiri puluhan anggota Partai Bersatu tersebut berlangsung mulai 20.30 malam tanpa melibatkan Mahathir.

Pertemuan khusus tersebut dihadiri sebagian MPT dan anggota serta dipimpin Presiden Bersatu,Muhyiddin Yassin.

Tentang status Mahathir, Rafiq mengatakan, anggota parlemen dari Langkawi tersebut masih anggota sah partai meskipun nekad meletakkan jawatan sebagai ketua.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA