Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Bahaya Meremehkan Kebaikan Allah yang Menutup Aib Kita (1)

Senin 24 Feb 2020 08:47 WIB

Red: Muhammad Hafil

Bahaya Meremehkan Kebaikan Allah yang Menutup Aib Kita. Foto: Kesadaran akan hadirnya Allah dalam setiap helaan nafasnya inilah yang menyelamatkan para hamba dari berbuat maksiat.

Bahaya Meremehkan Kebaikan Allah yang Menutup Aib Kita. Foto: Kesadaran akan hadirnya Allah dalam setiap helaan nafasnya inilah yang menyelamatkan para hamba dari berbuat maksiat.

Foto: Brainchildmag.com/ca
Meremehkan kebaikan Allah yang menutup aib kita adalah dosa besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Al Ghazali dalam kitabnya yang berjudul At Taubah Ila Allah wa Muakaffirat Adz Dzunub, menyebutkan bahwa termasuk faktor yang menyebabkan dosa kecil menjadi besar adalah sikap meremehkan Allah. Terutama, ketika Allah menutupi keburukan seorang hamba dengan sabar dan menangguhkan siksa-Nya.

Padahal, ia tidak menyadari bahwa timbulnya penangguhan tersebut akibat murka Allah, agar dirinya bertambah dosanya disebabkan penangguhan tersebut. Ironisnya, ia malah menduga bahwa kemantapannya dalam melakukan berbagai kemaksiatan merupakan perhatian Allah kepada dirinya sehingga hal itu mengakibatkan timbulnya rasa aman pada dirinya dari siksa Allah.

"Padahal ia tidak tahu akan tipu daya yang tersembunyi terhadap Allah," tulis Imam Al Ghazali.

Allah SWT berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نُهُوا عَنِ النَّجْوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَيَتَنَاجَوْنَ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُولِ وَإِذَا جَاءُوكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللَّهُ وَيَقُولُونَ فِي أَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللَّهُ بِمَا نَقُولُ ۚ حَسْبُهُمْ جَهَنَّمُ يَصْلَوْنَهَا ۖ فَبِئْسَ الْمَصِيرُ
 

"Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali." (Al Mujadalah Ayat 8).
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA