Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Kuwait Larang Kapal Iran Masuki Wilayahnya

Senin 24 Feb 2020 00:11 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Warga Teheran Iran melintasi jalanan kota menggunakan masker, Sabtu (22/2). Kuwait melarang kapal-kapal yang datang dari Iran berlabuh demi cegah wabah Corona. Ilustrasi.

Warga Teheran Iran melintasi jalanan kota menggunakan masker, Sabtu (22/2). Kuwait melarang kapal-kapal yang datang dari Iran berlabuh demi cegah wabah Corona. Ilustrasi.

Foto: ABEDIN TAHERKENAREH/EPA EFE
Kuwait melarang kapal-kapal yang datang dari Iran berlabuh demi cegah wabah Corona

REPUBLIKA.CO.ID, KUWAIT CITY -- Kuwait telah melarang kapal-kapal yang datang dari Iran berlabuh wilayahnya, Ahad (23/2). Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran wabah virus Corona tipe baru atau Covid-19.

Kapal-kapal dari Iran dilarang berlabuh di pelabuhan Shuaib, Shuwaikh, dan Doha. Selain langkah tersebut, Kuwait juga telah menghentikan semua penerbangan dari dan ke Iran. Kuwait Airways mengumumkan akan mengirim beberapa armada untuk mengevakuasi 700 warga Kuwait dari kota Mashhad, Iran.

Pada Ahad, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Iran bertambah menjadi delapan orang. Sehari sebelumnya, Teheran melaporkan enam orang meninggal dan 28 lainnya terinfeksi virus tersebut.

Namun beberapa sumber di sana, seperti dikutip Al Arabiya, menyebut bahwa jumlah korban meninggal akibat Covid-19 telah mencapai 18 jiwa. Informasi tersebut belum dikonfirmasi otoritas Iran.

Iran merupakan negara Timur Tengah pertama yang mencatat korban meninggal akibat Covid-19. Wabah dilaporkan bermula dari kota suci Syiah Qom di Iran tengah. Di sana dua warga lanjut usia meninggal akibat Covid-19 pada Rabu lalu.

Pemerintah telah menutup sekolah-sekolah di Qom. Pembatasan perjalanan terhadap warga pun diterapkan. Sejumlah sumber mengatakan Iran akan menangguhkan semua pertandingan sepak bola di seluruh negeri hingga 10 hari ke depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA