Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

MPR Soroti Rencana BPIP Kenalkan Pancasila Lewat Tik Tok.

Jumat 21 Feb 2020 06:30 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Gita Amanda

Wakil Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fahira Idris menyoroti rencana Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang ingin membumikan pancasila ke kaum lewat Tik-Tok.

Wakil Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fahira Idris menyoroti rencana Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang ingin membumikan pancasila ke kaum lewat Tik-Tok.

Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Fahira Idris menyoroti rencana Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang ingin membumikan pancasila ke kaum lewat Tik-Tok. Menurut Fahira, milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa, bukan Tik-Tok.

"Teladan itu ditunjukkan oleh sejauh mana kebijakan dan tindak tanduk para pengambil kebijakan di negeri. Ini sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila,"ujar Fahira dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Kamis (20/2).

Lanjut Fahira,  saat ini yang sangat mendesak dilakukan BPIP adalah mengevaluasi dan melakukan audit. Sudah sejauh mana kebijakan publik di negeri ini nafas dan spritinya adalah Pancasila. Tugas BPIP selanjutnya adalah membumikan pancasila terlebih dahulu ke semua cabang-cabang kekuasaan di negeri ini. 

"Baru kemudian fokus ke milenial. Soal Tik Tok itu teknis, jangan dijadiin seolah-olah sebagai terobosan,” kata Fahira Idris, 

Menurut Fahira, fokus membumikan pancasila ke milenial itu sebenarnya tidak ada persoalan dan perlu. Namun jangan jadikan masyarakat terutama kaum muda hanya sebagai obyek dan sasaran yang harus disadarkan pentingnya pancasila. Sementara kaum elit yang menguasai politik dan ekonomi negeri ini sudah dianggap paling pancasialis. Sehingga mereka tidak perlu lagi dievaluasi cara pandangnya soal pancasila. 

"Ini kalau BPIP mau lakukan terobosan. Tetapi kalau memang cuma ingin lakukan program yang latah mengikuti tren dan asal populer, silahkan aja Tik Tok-an aja,” tutup Anggota DPD RI DKI Jakarta ini. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA