Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Mahasiswa Indonesia di China Lebih Percaya Media Arus Utama

Kamis 20 Feb 2020 21:34 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Wuhan Hayatul Hikmah (kanan) yang telah melewati masa karantina dan observasi Coronavirus Disease (COVID-19) selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau tiba di terminal Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, (17/2/2020).

Mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Wuhan Hayatul Hikmah (kanan) yang telah melewati masa karantina dan observasi Coronavirus Disease (COVID-19) selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau tiba di terminal Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, (17/2/2020).

Foto: Antara/Irwansyah Putra
Medsos dinilai sering menyebarkan kabar bohong.

REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN -- Mahasiswa Indonesia yang kuliah di China hanya percaya pada media arus utama dibandingkan media sosial. Medsos dianggap sering menyebarkan kabar bohong.

"Kami tetap menjadikan informasi di media massa arus utama sebagai rujukan," kata mahasiswa Indonesia yang kuliah di China Ilham Tri Kusnadi di Pamekasan, Kamis malam.

Ilham merupakan warga Jalan Bonorogo Pamekasan yang kuliah di Fakultas Kedokteran di Hubei University of Science and Technology, China.

Ilham merupakan satu dari tiga orang mahasiswa asal Kabupaten Pamekasan yang dipulangkan Pemerintah Indonesia karena kasus virus Corona. Dua warga lainnya masing-masing bernama Tika Putri Laksmi, dan Anggita Salsabila Nur Alisa.

Menurut Ilham, kabar yang banyak beredar di media sosial, seperti Facebook, Twitter dan Instagram adalah kabar bohong.

Ia mencontohkan seperti video orang jatuh di jalan-jalan raya dan diinformasikan bahwa kejadiannya saat ini. "Padahal sudah lama," ucap Ilham.

Oleh karenanya, sambung dia, mahasiswa Indonesia dan China sendiri tetap menjadikan informasi dari media arus utama sebagai rujukan.

"Kalau ada kabar yang menghebohkan di medsos kita cari terlebih dahulu di media massa. Jika ada di media massa itu berarti benar," katanya menjelaskan.

Ilham menuturkan, kepada keluarganya di Pamekasan saat ia dan saudaranya masih berada di China, juga berpesan agar tidak mudah percaya dengan informasi yang menyebar di media sosial, sebelum mengecek informasi di media massa arus utama.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA