Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Masyarakat Perlu Kepastian, IDI: Jika Bukan Covid-19, Apa?

Kamis 20 Feb 2020 20:49 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan pemerintah seharusnya memberi penjelasan penyakit apa yang diderita mereka yang hasil tes laboratoriumnya negatif Covid-19.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih mengatakan pemerintah seharusnya memberi penjelasan penyakit apa yang diderita mereka yang hasil tes laboratoriumnya negatif Covid-19.

Foto: Thoudy Badai_Republika
IDI berharap pemerintah memberi kepastian kepada masyarakat soal negatif Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengharapkan pemerintah mengumumkan jenis penyakit terduga kasus Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif oleh Kementerian Kesehatan. Alasan mengapa mereka sempat menjadi terduga juga perlu disebutkan guna memberikan kepastian kepada masyarakat.

"Supaya masyarakat tenang, kami meminta sebenarnya ke Litbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) yang dinyatakan negatif itu tolonglah diumumkan negatifnya kenapa. Apakah tidak punya penyakit sama sekali ataukah ada penyakit lain," kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI dr Daeng M Faqih ketika berbicara dalam diskusi soal virus corona di Jakarta, Kamis.

Sebelumnya, menurut Daeng, IDI sudah melakukan rapat dengan Litbangkes Kementerian Kesehatan untuk membahas Covid-19. Daeng menegaskan, Litbangkes sudah menyatakan bahwa alat pendeteksi PCR yang dipakai Indonesia sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO).

Alat PCR itu dapat digunakan tidak hanya untuk mendeteksi Covid-19, tapi juga penyakit lain yang disebabkan oleh virus corona jenis lain, seperti SARS dan MERS, yang sama-sama menyerang sistem pernapasan. Daeng menjelaskan, itu berarti andaikan dinyatakan positif oleh PCR maka salah satu keluarga virus corona terdeteksi, meskipun tidak spesifik Covid-19.

"Artinya jika dinyatakan negatif di PCR berarti semua keluarganya coronavirus tidak ada," kata dia dalam diskusi yang diselenggarakan Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) itu.

Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru muncul pada akhir 2019. Covid-19-19 pertama kali muncul di Wuhan, China dan sampai Kamis (20/2) telah menginfeksi 75.727 orang di 26 negara dengan 74.578 terjadi di daratan China. Total 2.129 orang meninggal karena penyakit tersebut dan 16.526 orang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA