Sunday, 28 Syawwal 1443 / 29 May 2022

Kemenhan akan Bentuk Komponen Cadangan dari Warga Sipil

Kamis 20 Feb 2020 17:52 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah

Tentara Nasional Indonesia

Tentara Nasional Indonesia

Foto: ANTARA
Komando Cadangan untuk memperkuat komponen utama TNI.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan membentuk Komponen Cadangan (Komcad) untuk memperkuat komponen utama TNI ketika negara dalam keadaan bahaya atau darurat. Masyarakat dengan kriteria tertentu dapat mendaftarkan diri secara sukarela untuk menjadi bagian dari Komcad dan akan diberikan pelatihan dasar militer.

"Komcad itu bukan wajib militer, Komcad adalah untuk memperkuat komponen utama TNI. Dia bukan wamil, pendaftaran Komcad dibuka secara sukarela untuk usia 18-35 tahun," jelas Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan, Bondan Tiara Sofyan, usai diskusi di Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2).

Baca Juga

Bondan menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN), di dalam sistem pertahanan Indonesia terdapat komcad.

Menurut dia, aturan tersebut membuat pembentukan Komcad secara legal memiliki dasar hukum kuat dan akan dioperasionalkan.

"Untuk itu perlu PP, peraturan pemerintah. PP-nya masih dalam proses. Sudah selesai harmonisasi, sekarang masih dalam proses pembahasan akhir di Setneg. Begitu PP-nya selesai kita segera sosialisasi," kata dia.

Ia menjelaskan, setelah PP yang mengatur lebih rinci tentang pembentukan komponen ini rampung, masyarakat berusia 18-35 tahun dapat mendaftar untuk bergabung. Ada syarat dan seleksi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum mereka diberikan latihan dasar militer selama tiga bulan.

"Ada syarat-syaratnya, nanti ikut seleksi, setelah lulus seleksi ada latihan dasar militer selama tiga bulan. Setelah itu kemudian baru diangkat Komcad, setelah itu kembali ke profesi semula," jelas Bondan.

Menurut Bondan, jumlah anggota komponen akan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Ia berharap jumlah tersebut mencapai sekitar 25 ribu orang. Tapi, dia tidak menargetkan kapan jumlah tersebut harus tercapai dan akan kembali melihat kepada ketersediaan anggaran.

"Iyah harapannya seperti itu (mencapai 25.000 personel). Apakah nanti akan tercapai dalam berapa tahun nanti tergantung anggarannya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA