Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Polisi: Belum Ada Indikasi Harun Masiku Disembunyikan

Kamis 20 Feb 2020 17:03 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Teguh Firmansyah

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono menilai belum informasi Harun Masiku disembunyikan. (Foto Ilustrasi).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono menilai belum informasi Harun Masiku disembunyikan. (Foto Ilustrasi).

Foto: Republika/Haura Hafizhah
Polisi masih terus mencari tahu keberadaan Harun Masiku.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepolisian mengaku belum ada informasi terkait spekulasi tersangka eks caleg DPR Dapil I Sumatera Selatan dari PDIP Harun Masiku sengaja disembunyikan pihak tertentu. Saat ini pihaknya tetap melakukan pencarian terhadap Harun Masiku.

"Belum ada informasi tentang indikasi Harun Masiku disembunyikan ya. Kami masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono saat dihubungi Republika, Kamis (20/2).

Sebelumnya diketahui, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Benny Kabur Harman menduga buron kasus suap caleg PDIP Harun Masiku disembunyikan. Ia mempertanyakan keseriusan KPK mengejar tersangka kasus suap penggantian antarwaktu anggota DPR RI itu.

"Menurut saya, di zaman begini, susah dipercaya bahwa Masiku ini melarikan diri atau bersembunyi. Di zaman begini ini, lebih tepat kalau Masiku itu disembunyikan. Dugaan saya disembunyikan. Mengapa disembunyikan, karena ada kepentingan di situ," kata Benny di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3).

Benny menduga ada kepentiangan tertentu terkait Pemilu yang menyebabkan Harun belum ditemukan. Selama ini, Benny mengaku sudah mengingatkan pada KPK untuk meningkatkan pencarian atas Harun Masiku. Kasus ini dinilai menjadi ujian KPK periode ini.

"Ini ujian berat bagi KPK versi baru, apabila dapat dia (Masiku), maka lolos lah KPK. Apabila kalah, ya sudah. Karena itu saya minta KPK untuk serius minta bantuan Kapolri. Kalau bisa minta bantuan BIN juga," ujar dia.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA