Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

Tuesday, 21 Safar 1443 / 28 September 2021

E-Commerce Optimistis Permintaan Produk Halal Menjanjikan

Kamis 20 Feb 2020 16:28 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Hiru Muhammad

Petugas LP POM MUI Jawa Barat sedang melakukan survei dan wawancara pada praktisi UMKM dengan bran Pawon Putri di Depok untuk pengurusan sertifikasi halal MUI.

Petugas LP POM MUI Jawa Barat sedang melakukan survei dan wawancara pada praktisi UMKM dengan bran Pawon Putri di Depok untuk pengurusan sertifikasi halal MUI.

Foto: Istimewa
Peningkatan permintaan produk halal dan syariah akan mengembangkan produk syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini semakin banyak startup dan perusahaan digital yang menyasar produk dan layanan syariah. Tak hanya menjajakan barang halal pada lapak e-commerce, mereka juga menyediakan aneka layanan hingga produk investasi bagi kaum muslim.

Hal ini sejalan dengan besarnya potensi pasar syariah di Indonesia. Dua perusahaan digital unicorn Tanah Air, Bukalapak dan Tokopedia telah menandatangi nota kesepahaman dengan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) terkait pengembangan marketplace halal dan produk keuangan syariah melalui platform digital.

Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono mengatakan perusahaan meneruskan kerja sama dengan KNKS dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia pada September 2019. “Saat ini Bukalapak tengah menggodok program yang mempermudah pengguna mendapatkan produk halal,” ujarnya ketika dihubungi Republika di Jakarta, Kamis (20/2).

Ke depan perusahaan menyakini pertambahan permintaan masyarakat terhadap produk halal dan syariah menjadi potensi yang luar biasa untuk mengembangkan produk syariah.  “Besarnya potensi tersebut ditunjukkan dengan lebih dari 87 persen jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia dan jumlah UMKM yang mencapai 58,97 juta orang,” jelasnya.

Jika dikolaborasikan, lanjut Intan, pasar muslim dan kekuatan UMKM yang besar menunjukkan potensi pengembangan e-commerce halal yang diminati.“Diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya.

Tak hanya Bukalapak, perusahaan e-commerce Shopee juga telah meluncurkan Shopee Barokah yang menyediakan barang halal pada kanalnya. 

Head of Brands Management Shopee Indonesia Daniel Minardi menambahkan kanal ini lebih mirip beberapa marketplace yang khusus menjual pakaian muslim seperti Hijup dan Hijabenka.  “Shopee memang baru berencana meluncurkan produk investasi seperti emas dan reksa dana pada platformnya. Itu pasti akan dilakukan, jadi hanya soal waktu,” ucapnya.

Sedangkan perusahaan financial technology (fintech) juga merambah pasar syariah di antaranya adalah LinkAja. Perusahaan ini sudah mendapat sertifikasi penyesuaian syariah dari Dewan Syariah Nasional  Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Kemudian sejumlah fintech syariah juga bermunculan antara lain Ammana, Alami Sharia, Investree Syariah, Dana Syariah, Danakoo Syariah, dan Qazwa. 

Perusahaan e-commerce Tokopedia telah meluncurkan Tokopedia Umroh merupakan bagian dari ekosistem Tokopedia Salam. Tokopedia berkolaborasi dengan para mitra strategis seperti agen umrah resmi.

Head of Tokopedia Salam Garri Juanda mengatakan kolaborasi untuk membangun ekosistem, masyarakat dipermudah dalam menunaikan ibadah umrah ke tanah suci, sekaligus mendukung pemerataan ekonomi syariah di Indonesia secara digital.

“Kami bekerja sama dengan puluhan agen resmi terkurasi dengan standar layanan yang baik untuk mempermudah persiapan pengalaman beribadah umrah dan saat melakukan perjalanan di Saudi Arabia. Masyarakat juga semakin dipermudah dalam melakukan pembayaran cicilan tanpa riba untuk paket umrah di Tokopedia Umroh,” jelasnya.

Tokopedia juga menyediakan 21 juta produk yang terkurasi oleh lebih dari 700 ribu penjual untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk berbagai produk makanan, minuman, fesyen dan kecantikan dengan lebih lengkap, mudah dan amanah di Tokopedia Salam. 

Menurutnya fesyen muslim menjadi salah satu kebutuhan yang banyak dicari masyarakat Indonesia. Tokopedia mencatat adanya lebih dari 85 persen dari pengguna memiliki kebutuhan akan berbelanja fesyen muslim. “Sejak peluncuran, Tokopedia Salam mengalami peningkatan kunjungan sebesar 45 persen dari bulan September hingga Oktober 2019," ucapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA