Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Bamsoet: Parpol dan Elite Harus Jauh dari Kepentingan Asing

Kamis 20 Feb 2020 14:08 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Muhammad Hafil

Bamsoet: Parpol dan Elite Harus Jauh dari Kepentingan Asing. Foto: Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2).

Bamsoet: Parpol dan Elite Harus Jauh dari Kepentingan Asing. Foto: Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/2).

Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Bamsoet meminta setiap parpol dan elite harus memahami Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti terkait fenomena masuknya pemodal besar yang masuk ke partai untuk membantu calon ketua umum yang berlaga dalam musyawarah nasiona (munas), muktamar atau kongres partai politik (parpol) yang terbuka. Meskipun hal tersebut bukan hal baru, namun baginya masuknya pemodal tersebut penting untuk diwaspadai, apalagi jika pemodal datang dari asing.

"Kita semua juga harus mewaspadai jika ternyata ada agenda tersembunyi di balik bantuan yang diberikan oleh para para pemodal yang kadang membawa kepentingan asing tersebut," kata Bamsoet, dalam keterangan tertulis, Kamis (20/2).

Untuk itu, Bamsoet menuturkan, setiap parpol dan para elite parpol harus memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang jelas. Menurutnya hal itu penting agar partai politik tidak terkontaminasi dengan kepentingan asing maupun kepentingan para pemilik modal.

"Dikhawatirkan masuknya para pemodal atau kepentingan asing bisa saja berdampak pada penentuan kebijakan ekonomi dan politik Indonesia.," ujarnya.

Selain itu Bamsoet juga menyoroti tingginya biaya politik. Imbasnya, hanya orang-orang berkantung tebal yang memiliki peluang menjadi pejabat publik. Ia berpandangan kalau hal ini terus dibiarkan terjadi, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 20 atau 30 tahun mendatang, para pemodal besar dan kepentingan asing melalui para tokoh dan elit parpol dapat sangat mempengaruhi berbagai kebijakan yang akan lahir, baik di legislatif maupun di eksekutif.

Mungkin saat ini masih belum terlihat parpol yang terkontaminasi oleh kepentingan pemodal asing. Saya juga yakin para pemimpin parpol, para elit parpol dan politisi di Indonesia saat ini masih mampu berpikir jernih dengan landasan Pancasila dan UUD 1945 untuk tidak menggadaikan kedaulatan NKRI hanya demi syahwat politik sesaat. 

 

Baca Juga

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA