Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

Tuesday, 17 Zulhijjah 1442 / 27 July 2021

IMF: Ekonomi Dunia Tetap Rebound Meski Ada Corona

Kamis 20 Feb 2020 10:33 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Foto: pixabay
Aktivitas ekonomi global diperkirakan menguat pada 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menegaskan kembali bahwa pertumbuhan ekonomi global akan keluar dari masa terpuruknya. Optimisme ini disampaikan di tengah kewaspadaan faktor risiko lain, termasuk corona virus, yang diperkirakan tetap menghantui proyeksi pertumbuhan.

Dalam sebuah catatan yang dirilis Rabu (19/2), IMF menjelaskan, aktivitas ekonomi global diperkirakan menguat pada 2020 setelah sempat melambat signifikan pada tahun lalu. "Kebijakan moneter dan fiskal berperan penting dalam mendukung kegiatan, sehingga menghindari penurunan yang lebih dalam," tulisnya, seperti dilansir di Bloomberg, Rabu (19/2).

Laporan terbaru IMF dikeluarkan menjelang pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral pada pekan ini di KTT G20 di Riyadh, ibukota Arab Saudi.

Para pembuat kebijakan di seluruh dunia saat ini diketahui sedang ‘bertarung’ dengan wabah virus yang belum pernah terjadi sebelumnya di China. Dampak penyebaran virus ini sekarang membayangi ekonomi global setelah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina mendinginkan perdagangan dunia tahun lalu.

IMF membuat catatan untuk dapat dibahas dalam pertemuan G20. Salah satu poin yang disebutkan, downside risk terhadap prospek pertumbuhan ekonomi terus mendominasi. Penyebaran lebih lanjut dari virus corona ataupun ketegangan perdagangan baru bisa saja menggagalkan pemulihan ekonomi.

"Wabah (virus corona) mengganggu kegiatan ekonomi di China karena produksi dihentikan dan mobilitas di sekitar daerah yang terkena dampak terbatas," katanya.

Peringatan IMF datang sekitar sebulan setelah lembaga menilai adanya titik cerah pada ekonomi tahun ini. Laporan IMF yang dirilis 20 Januari menyebutkan, ekonomi global kemungkinan mampu menguat pada 2020, meski pada kecepatan yang sedikit lebih lemah di tengah ancaman perdagangan dan ketegangan Timur Tengah.

Di tengah peringatan downside risk, IMF tidak mengubah proyeksi pertumbuhan global. Lembaga peminjam internasional ini masih menilai, ekonomi global masih dapat tumbuh 3,3 persen pada tahun ini, membaik dibandingkan tahun lalu, 2,9 persen.

Prospek jangka pendek China kini sangat tergantung pada upaya penanggulangan virus. Tidak menutup kemungkinan ekonomi China dapat tumbuh menguat dibandingkan biasanya, seperti yang pernah dialami saat wabah SARS pada 2000an.

Pada Ahad (16/2), Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva kembali menegaskan bahwa skenario yang paling mungkin adalah pemulihan sangat cepat (V-shaped) di China. Pasalnya, negara tersebut telah mengambil langkah sangat agresif utnuk menahan dampak negatif corona terhadap ekonomi mereka.

Georgiva juga berharap respon global dapat mensinkronkan dengan risiko yang kini sedang dihadapi. "Saya cukup optimistis, di saat-saat yang sangat sulit, kita akan melihat arah kebijakan yang lebih terkoordinasi," katanya.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA