Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Salah Ketik, Pemerintah Sebaiknya Bahas Ulang Omnibus Law

Kamis 20 Feb 2020 07:17 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Politikus PKB Maman Imanulhaq

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Jangan sampai ada satu menteri tiba-tiba merasa tidak pernah mengusulkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PKB Maman Imanulhaq mengomentari terkait adanya kesalahan tik dalam pasal 170 draft RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Menurutnya, pemerintah perlu membahas ulang sebelum dibahas ke DPR. 

"PKB mengusulkan agar pembahasan ini dibahas kembali diulang secara keseluruhan secara koordinatif," kata Maman, Rabu (19/2).

Baca Juga

Selain itu ia berharap presiden mengambil alih pembahasan omnibus law tersebut. Jangan sampai presiden juga merasa kecolongan dan tidak tahu.

"Jadi, tidak boleh ada alasan salah ketik tidak ada alasan tidak pernah baca," ujarnya.

Ia menilai pengakuan pemerintah terkait adanya kesalahan ketik menunjukan bahwa tingkat koordinasi di pembantu presiden tidak terlalu baik. Karena itu, ia berharap omnibus law ciptaker dibicarakan semua kalangan.

"Jangan sampai ada satu menteri tiba-tiba merasa tidak pernah mengusulkan, itu sesuatu yang sangat aneh," tuturnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA