Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Angin Kencang Landa Dua Kecamatan di Sukabumi

Rabu 19 Feb 2020 12:51 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Agus Yulianto

Angin kencang kembali melanda permukiman penduduk. (Ilustrasi) 

Angin kencang kembali melanda permukiman penduduk. (Ilustrasi) 

Foto: Dok. BPBD Kota Batu
Intensitas hujan masih cukup tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana baik.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Bencana angin kencang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Sukabumi Selasa (18/2) siang hingga sore. Dampaknya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan menyebabkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada warga yang menjadi korban.

Lokasi bencana terjadi di Kampung Rawa Gede RT 04 RW 05 Desa Sindangraja Kecamatan Curugkembar. Bencana tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB akibat hujan deras di sertai angin kencang.

"Satu unit rumah panggung rusak berat di Kecamatan Curugkembar dengan kerugian sekitar Rp 20 juta," ujar Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan, Rabu (19/2). 

Menurut Daeng, kebutuhan bantuan yang sangat mendesak di butuhkan adalah bahan material. Sebab, satu unit rumah warga yang rusak tersebut memerlukan bahan material dalam rangka perbaikan.

Upaya penanganan, lanjut Daeng, dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Misalnya pemerintah kecamatan dan aparat desa serta Polri dan TNI.

Titik bencana kedua yakni di Kampung Benteng RT 03,04, 06, 05, 07, 08 di RW 05 Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. '' Kejadian hujan deras di sertai angin kencang mengakibatkan 8 rumah rusak,'' ujar Daeng.

Ke delapan rumah itu yakni milik Adang di RT 04 RW 05, Acuh RT 03 RW 05, Ujang Ahub RT 08 RW 05, Piah RT 05 RW 05. Selain itu rumah Ade RT 05 RW 05, Sarkosih RT 04 RW 05, Ujan RT 03 RW 05, dan Furkon RT 07 RW 05.

"Mayoritas semuanya rusak sedang dan ringan," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Kerugian akibat bencana itu ditaksir Rp 30 juta dan korban jiwa atau luka dilaporkan tidak ada.

Daeng mengatakan, kebutuhan bantuan yang sangat mendesak adalah bahan material. Sebab, kerusakan terbanyak pada bagian rumah warga.

Ke depan, ungkap Daeng, warga bisa meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Terlebih, intensitas hujan masih cukup tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana baik longsor, banjir, dan angin kencang.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA