Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Revitalisasi TIM, DPRD DKI Penuhi Panggilan DPR Besok

Selasa 18 Feb 2020 22:10 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Ketua DPRD DKI Jakarta akan memenuhi panggilan Komisi V DPR soal revitalisasi TIM, Rabu (19/2).

Proyek revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Ketua DPRD DKI Jakarta akan memenuhi panggilan Komisi V DPR soal revitalisasi TIM, Rabu (19/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ketua DPRD DKI Jakarta akan memenuhi panggilan Komisi V DPR soal revitalisasi TIM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengungkapkan, dirinya dipanggil oleh Komisi V DPR RI untuk membahas Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Kedua belah pihak dijadwalkan bertemu pada Rabu (19/2).

"Saya besok dipanggil oleh Komisi V DPR RI, mau diajak ngobrol, diskusi soal TIM," kata Prasetio di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Menurut Prasetio, Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) seharusnya melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para seniman TIM dan menampung aspirasi ketika akan merevitalisasi TIM. Ia menilai, tidak seharusnya Jakpro melakukan renovasi untuk mendapatkan keuntungan dengan membangun hotel bintang lima di kawasan TIM.

"Sekarang begini, itu kan situs nasional juga. Kalau saya, harusnya sebaiknya fasilitasi dulu para seniman maunya seperti apa, jangan bicara komersialnya," ujar politikus PDI Perjuangan ini.

Prasetio menganggap, Pemprov DKI kurang menjalin komunikasi dengan para pegiat seni di TIM. Padahal, TIM merupakan lokasi seniman dan pegiat seni untuk berkesenian sejak dulu.

"Seniman ini kan punya pemikiran-pemikiran yang kita enggak ngerti, dia ngerti. Ini bicara masalah komersialnya dulu, ya pasti mereka menolak. Ini amanah loh, namanya Taman Ismail Marzuki," katanya.

Prasetio mengungkapkan, area TIM dahulu merupakan Taman Margasatwa. Dalam sejarahnya, kebun binatang itu bernama Planten En Dierentuin yang dibuka pada 1846 dengan luas 10 hektare dan pada 1946 berganti nama menjadi Kebun Binatang Cikini.

Kebun binatang itu merupakan cikal bakal Kebun Binatang Ragunan yang ada sekarang ini di Jakarta Selatan. Setelah relokasi, TIM kemudian menjadi tempat seniman berkegiatan.

"TIM itu dulu tempat kebon binatang, dipindahin terus diperbaiki untuk tempat seniman," jelasnya.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA