Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

Thursday, 7 Zulqaidah 1442 / 17 June 2021

The Rent Collector: Dari Balik Gunungan Sampah

Selasa 18 Feb 2020 10:19 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

The Rent Collector

Foto:
Buku ini kisahnya boleh dibilang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kemiskinan
Hampir setiap hari dia menghabiskan waktunya dengan tidur, melontarkan sumpah serapah, atau minum sake. Namun, pada setiap awal bulan, satu-satunya waktu saat dia terlihat tidak di bawah pengaruh alkohol, Sopeap mewakili pemilik- pemilik tanah menagih uang sewa dari keluarga-keluarga miskin yang tinggal di gubuk-gubuk yang dibangun melingkari Stung Meanchey.Selain dijuluki sebagai `Sapi', Sopeap oleh para penyewa dipanggil `si Penagih Sewa'.

Bermukim di tempat pembuang an sampah, tentu saja, bagaimana kehidupan keluarga Ki dapat dibayangkan. Mereka harus berta han hidup dengan memulung sam pah, menghadapi masalah penyakit terus-menerus, hingga harus pula berhadapan dengan kejahatan yang bakal menimpa ketika mesti berhadapan dengan para preman.

Karena miskin pula keduanya sama-sama buta huruf. Namun, Sang Ly tetap menyimpan asa bah wa suatu ketika kehidupannya akan berubah, entah dengan cara apa. Hingga akhirnya dia menemukan fakta mengejutkan bahwa perem puan yang dianggapnya sebagai mon ster justru bisa menjadi ma lai kat penyelamat bagi dia dan ke luarga.

Kendati The Rent Collector adalah cerita fiksi, kisah ini terinspirasi dari kehidupan nyata orang-orang yang tinggal di Stung Meanchey. Menurut sang penulis, para tokoh utamanya seperti Ki Lim dan Sang Ly benar-benar ada. Sedikit terasa ironi ketika judul buku ini adalah penagih sewa, tetapi sesungguhnya narasinya lebih dominan berputar pada kehidupan pasangan suami istri Ki dan Sang Ly.

Dengan gaya bertutur mengalir, penulis membawa kita menelusuri kisah mereka yang terpaksa tinggal di tempat pembuangan sampah.Bagaimana mereka bertahan hidup seraya terus membangun harapan dapat menjalani hidup lebih baik.Karena cerita ini berlatar belakang budaya Kamboja, kita sebenarnya dapat dengan mudah berempati terhadap kehidupan mereka lantaran kesamaan budaya dan latar belakang dengan tanah air kita.

Meski sedikit terdapat ganjalan karena bahasa terjemahan yang terkadang terasa kurang pas, buku yang berhasil meraih penghargaan Whitney Awards untuk kategori novel terbaik ini dapat membawa kita mengambil hikmah dari perjuangan orang-orang yang harus berdiam di lokasi yang tak akan pernah terlintas dalam benak siapa pun. Sebuah kisah yang membuat kita tetap optimistis bahwa segalanya akan berubah ketika kita punya tekad dan komitmen kuat untuk mengubah nasib sendiri.


Judul: The Rent Collector
Penulis: Camron Wright
Penerbit:Mahaka Publishing
Tebal: 413 halaman

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA