Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Friday, 2 Syawwal 1442 / 14 May 2021

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Kabupaten Ngawi

Senin 17 Feb 2020 20:37 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Warga mengecek kondisi rumahnya yang roboh akibat diterjang angin puting beliung di Desa Anggaswangi, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (5/12/2019).

Warga mengecek kondisi rumahnya yang roboh akibat diterjang angin puting beliung di Desa Anggaswangi, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Kamis (5/12/2019).

Foto: Antara/Yusuf Nugroho
Wilayah Kabupaten Ngawi sangat berpotensi terjadi angin kencang atau puting beliung.

REPUBLIKA.CO.ID,NGAWI -- Bencana angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tercatat telah merobohkan dan merusakkan sejumlah rumah warga di wilayah setempat.

Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Alfian Wihaji Yudono mengatakan angin puting beliung terjadi di Dusun Cerme, Desa Genthong, Kecamatan Paron pada Senin (12/2) sore. Sesuai pendataan, terdapat satu rumah roboh, dua rumah rusak berat, dan sejumlah rumah rusak ringan.

"Saat ini tim BPBD sedang melakukan pendataan dan penanganan. Tim juga melakukan pemantauan karena hujan masih mengguyur hingga Senin malam," ujar Alfian Wihaji Yudono dikonfirmasi wartawan.

Menurut dia, satu rumah warga yang roboh tercatat milik Siti Fathonah (34), warga RT 02 RW 04 Dusun Cerme, Desa Genthong, Kecamatan Paron. Kemudian sejumlah rumah yang mengalami rusak ringan, di antaranya milik Nur Salim (58), Suwarni (67), Suparno (50), Ahmad Komarudin (32), dan Suyono (45). Kelimanya merupakan warga RT dan RW yang sama dengan Siti Fathonah.

Sementara rumah yang rusak berat, tercatat milik Kholis (37) dan Nurohman (53), warga RT 01 RW 04 Dusun Cerme, Desa Genthong, Kecamatan Paron.

"Rumah warga yang rusak parah disebabkan karena tertimpa pohon tumbang saat angin puting beliung tersebut melanda," kata dia.

Selain pendataan kerusakan, tim BPBD dibantu petugas Koramil Paron, Polsek Paron, SAR, dan warga setempat bergotong royong mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Petugas juga membantu membersihkan puing bangunan yang roboh dan mengevakuasi barang rumah tangga yang masih bisa digunakan.

"Untuk korban jiwa dan luka diketahui nihil. Secara umum pascakejadian, kondisi wilayah Ngawi cukup aman dan terkendali. Meski demikian tim tetap melakukan pemantauan," katanya.

Pemantauan dilakukan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi melalui sejumlah sarana. Seperti melalui radio HT, media sosial, jejaring radio RAPI, serta melibatkan anggota relawan.

Ia menambahkan, wilayah Kabupaten Ngawi sangat berpotensi terjadi angin kencang atau puting beliung. Hal itu karena secara geografis terletak di antara Gunung Wilis dan Lawu.

Untuk itu, BPBD Ngawi meminta warga mewaspadai angin kencang yang rawan terjadi selama musim hujan berlangsung. Wilayah Ngawi juga terdapat daerah yang rawan banjir dan longsor.

Warga juga diimbau waspada saat curah hujan sedang tinggi. Terutama di wilayah rawan banjir seperti Kecamatan Kwadungan, Pangkur, Geneng, Pitu, Mantingan, dan Ngawi. Sedangkan daerah rawan logsor terdapat di lereng Gunung Lawu, sepeti Kecamatan Jogorogo, Kendal, Sine, dan Ngambe.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA