Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

islam

Islam di Jawa: Tuyul, Mbah Suro, dan Mitos Jokowi Ke Kediri

Selasa 18 Feb 2020 04:31 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Raja Pakubuwono X ketika berkunjung ke Masjid Luar Batang 1920

Foto:
Mitos di Jawa satu per satu bertumbangan

Soal pamali presiden datang ke Kediri itu diungkapkan Pramono Sabtu lalu (15/2). Ia datang bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo, Kediri.

Nah, saat Pramono memberikan sambutan di hadapan para kiai sepuh pengasuh Ponpes Hidsyatul Mubtadien, Lirboyo, mitos ini disinggung. Menurutnya, Kediri merupakan wilayah yang 'wingit' atau angker untuk didatangi presiden. Kisah ini ada dalam pemberitaan sebuah media berita daring.

"Ngapunten (maaf), Kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan.

Sikap yang diambil Pramono bukan tanpa sebab. Pramono menceritakan bahwa dahulu, Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sempat berkunjung ke Kediri. Namun, setelah itu, ada gejolak di Ibu Kota hingga terjadi pelengseran Gus Dur dari kursi Presiden RI.

                            ****
Uniknya, apa yang dikatakan Pramono bila Gus Dur lengser akibat berkunjung ke Kediri langsung dibantah Oleh Adhie M Massardi. Juru Bicara Presiden di era Gus Dur nelalui Tweeternya yang dikutip media menulis begini: "Bohong. Enggak ada urusan dengan tempat yang dikunjungi," ujarnya dalam akun Twitternya, @AdhieMassardi, Senin (17/2/2020).

Adhie pun mengungkapkan bahwa Gus Dur lengser dari kekuasaan karena konflik politik dengan Megawati Soekarnoputri yang menjabat wakil presiden saat itu. "Pelengseran Gus Dur 100 persen akibat konflik politik dengan wakilnya."

Tapi apa pun itu, berbagai mitos itulah yang kini masih hidup di masyarakat Jawa yang makin kental Islamnya. Dahulu ada seorang pastor di Jogjakarta yang jeli membaca perubahan sosial keagamaan ini. Dia mengatakan: Pada era sebelum merdeka, suara adzan tak terdengar di Jawa. Setelah merdeka suara adzan hanya terdengar sayup sayup. Tapi kini suara adzan terdengar membahana di mana-mana.

Rekasi lain juga datang dari para tokoh NU. Wakil Ketua Tanfidziyah NU Jatim, Abdus Salam Shohib,jengah dengan pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono  Anung yang ‘membisiki’ Presiden Jokowi agar tidak berkunjung ke Kediri, Jawa Timur, karena khawatir lengser, jadi bola liar.

“Pertama, pernyataan Pramono itu mengkerdilkan akal sehat,” kata Gus Salam yang juga alumnus Pondok Pesantren, Ploso, Kediri.

Dia kemudian meminta agar elite negeri menggunakan cara pandang modern pula dalam mengelola negara ini. Sama dengan Adhie Massardi lengsernya Gus Dur dari jabatan Presiden pun bukan karena berkunjung ke Kediri, tapi karena ada kolaborasi politik PDIP dengan anasir Orde Baru. "Jatuhnya Gus Dur dominan karena politik,” kata Gus Salam seraya merujukk pada buku 'Menjerat Gus Dur' yang terbit beberapa waktu lalu dan sempat membikin heboh.

Alhasil, adanya mitos itu --terutama mitos Presiden jangan berkunjung ke Kediri dan ternyata sudah dilanggar oleh dua presiden sebelumnya yakni Gus Dur dan SBY -- maka sebaiknya tak usah orang Jawa merasa jeri. Apalagi bila mendengar ungkapan Adhie M Massardi soal pelengseran Gus Dur yang murni manuver politik.

Jadi anggap saja sebagai lucuan awal tahun! Ini karena juga tak jauh dari  perayaan hari Valentine lho? 'April Mop' pun masih jauh-jauh hari. Ya mudah-mudahan langit sore ini tak makin mendung saja. Bangsa semakin cerah dan damai-damai saja.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA