Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Banjir Rendam Empat Kecamatan di Cirebon

Senin 17 Feb 2020 18:09 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Banjir

Ilustrasi Banjir

Foto: MGIT3
Jumlah rumah warga Cirebon yang terendam banjir ada sekitar 500 rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Banjir menerjang empat kecamatan di Kabupaten Cirebon. Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, yakni Kabupaten Kuningan, dan buangan air dari Brebes, Jateng, yang membuat sungai meluap.

Adapun empat kecamatan itu, yakni Kecamatan Pasaleman, Ciledug, Pabedilan dan Losari. Ketinggian air di wilayah-wilayah itu rata-rata mencapai lutut orang dewasa. Namun, di sejumlah titik lokasi yang posisinya rendah, ketinggian air mencapai sedada orang dewasa.

‘’Jumlah rumah warga yang terendam ada sekitar 500 rumah,’’ ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, Senin (17/2).

Dadang mengatakan, banjir mulai menggenangi pemukiman warga pada Ahad (16/2) malam. Pada Senin (17/2), banjir sudah mulai surut. Namun di sejumlah titik lokasi, banjir masih cukup tinggi.

Dadang menjelaskan, selain tingginya curah hujan di Kabupaten Kuningan, banjir juga terjadi akibat pertemuan arus air di Sungai Cisanggarung. Sungai itu merupakan muara dari empat sungai.  Sungai Cisanggarung meluap akibat meningkatnya debit air yang datang dari sungai-sungai tersebut.

Tak hanya sungai yang meluap, lanjut Dadang, adapula dua tanggul yang jebol di Desa Jatiseeng Kidul, Kecamatan Ciledug. Tanggul jebol akibat usia yang sudah tua dan tumpukan sampah. Tanggul jebol juga dilaporkan terjadi di Desa Ciledug Wetan.

Selain itu, adapula satu klep pintu air di Cijangkelok yang terbuka sehingga menyebabkan air sungai menjadi masuk. Namun, terbukanya klep itu sebelumnya sengaja dibuka oleh petani yang kemudian lupa menutupnya kembali.

Menurut Dadang, banjir mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Sejak Ahad (16/2) malam hingga Senin (17/2) subuh, ada 120 orang warga yang mengungsi di masjid Desa Cilengkrang, Kecamatan Pasaleman.

Saat ini, beberapa warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, Dadang mengaku khawatir, hujan sore ini akan kembali turun.

Sementara itu, jajaran Polresta Cirebon telah mendirikan posko kesehatan bagi warga yang terdampak banjir di Desa Babakan Losari, Kecamatan Pabedilan. Posko kesehatan itu beroperasi mulai Senin (17/2) siang.

‘’Kita sudah siapkan pos kesehatan, bekerja sama dengan Puskesmas Pabedilan,’’ kata Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi.

Syahduddi mengatakan, saat ini warga yang terdampak banjir mulai merasakan keluhan kesehatan. Di antaranya berupa gatal, nyeri dan demam.

Terpisah, Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, di wilayah Jawa Barat termasuk Ciayumajakuning, terpantau adanya indikasi potensi cuaca ekstrim. Hal itu dikarena adanya massa udara basah di lapisan rendah yang terkonsentrasi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, wilayah Jawa Barat juga merupakan daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat.

‘’Potensi cuaca ekstrim itu berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan kilat/petir pada 17 – 19 Februari 2020,’’ kata Faiz.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA